Benarkah Status Keuangan Mempengaruhi Tidur?

" sekitar 56% dari individu yang berusia 18 tahun ke atas cenderung kehilangan tidur karena masalah uang"
Ilustrasi tidur (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Dengan bekerja 24 jam selama seminggu untuk memenuhi komitmen dan faktor lainnya, manusia tampaknya telah menyerahkan tidurnya untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka. Dalam sebuah penelitian diungkapkan bahwa salah satu alasan utama di balik orang yang kehilangan tidur adalah status keuangan mereka.

Dilansir dari laman Boldsky, menurut penelitian, sekitar 56% dari individu yang berusia 18 tahun ke atas cenderung kehilangan tidur karena masalah uang. Orang-orang yang menjadi bagian dari penelitian ini mengakui bahwa pengeluaran sehari-hari telah menjadi salah satu faktor stres terbesar.

Orang-orang dari usia ini terutama khawatir tentang pengeluaran sehari-hari yang mereka miliki atau tabungan untuk masa pensiun mereka dan bahkan perawatan kesehatan. Ditemukan juga bahwa individu paruh baya yang kisaran usianya antara 39-54 adalah yang paling tidak tidur.

Sesuai penelitian, salah satu kekhawatiran utama individu termasuk kemampuan untuk membayar tagihan hipotek dan sewa bulanan. Ditemukan bahwa kaum milenial yang usianya berkisar antara 23-38 sebagai kelompok individu tertinggi kedua yang menderita insomnia karena masalah uang.

Generasi Millenial diketahui terutama khawatir tentang menabung untuk pensiun sementara beberapa dari mereka bahkan menunjukkan bahwa biaya perumahan dan hutang kartu kredit yang besar. Di sisi lain, sekitar 54% dari baby boomer yang usianya berkisar antara 55-73 tahun mengaku bahwa mereka tidak bisa tidur karena stres terkait uang juga.

Sementara beberapa dari mereka mengungkapkan bahwa mereka khawatir tentang pengeluaran sehari-hari, sekitar 25% mengungkapkan bahwa mereka akan sering stres karena tabungan pensiun, perawatan kesehatan, dan tagihan asuransi dan banyak lagi!