Kepala BPJS Kesehatan Pasaman: RSI Ibnu Sina Yarsi Panti Terkendala Akreditasi

"Memang sebelumnya RSI ini mendapat dispensasi dari Kemenkes terkait penyelesaian Akreditasinya hingga 30 Juni 2019 mendatang"
Kepala BPJS Kesehatan Pasaman, Syafrudin (Ist)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Kepala BPJS Kesehatan Pasaman, Syafrudin mengatakan kerja sama Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Yarsi Panti Kabupaten Pasaman saat ini terkendala akreditasi yang belum juga selesai.

"Memang sebelumnya RSI ini mendapat dispensasi dari Kemenkes terkait penyelesaian Akreditasinya hingga 30 Juni 2019 mendatang. Jika pada selama masa tenggang waktu yang diberikan tak kunjung menyelesaikan akreditasinya bisa terancam putus kerja sama dengan BPJS Kesehatan pada 1 Juli 2019 nanti," kata Syafrudin pada KLIKPOSITIF, Senin 24 Juni 2019.

Menurut Syafrudin, BPJS sudah tiga kali melayangkan surat pengingatan kepada pihak rumah sakit tersebut. Seperti dalam surat BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi nomor 1444/II-05/0619 pada tanggal 12 Juni 2019 isi surat tersebut intinya, RSI Yarsi Panti agar segera memastikan permohonan agreditasi yang telah diserahkan ke KARS untuk mendapatkan jadwal survey akreditasi dan meneruskan jadwal survey dari KASR ke BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi.

Kedua, mengingat akreditasi adalah syarat wajib dalam kerja sama, maka bila sampai tanggal 31 Juni 2019 RSI Ibnu Sina Panti belum terakreditasi akan dilakukan pemutusan perjanjian kerja sama sesuai arahan Kementrian Kesehatan RI.

Ketiga, apa bila dalam batas waktu yang telah ditentukan RSI Ibnu Sina Panti belum melakukan akreditasi tetapi sudah mendaftar dan mendapatkan tanggal survey maka rumah sakit tersbut hanya bisa memberikan pelayanan kegawat daruratan dan tagihan ke BPJS Kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Namun, jika dalam waktu dekat ada edaran dari Kemenkes yang menyikapi persoalan ini, bahwa ada perpanjangan toleransi, bisa jadi kerja sama dilanjutkan" ujarnya.

Hal ini juga telah disampaikan kepada pihak pemerintah daerah hingga ke BPJS Kesehatan pusat.

Dijelaskan Syafruddin, kondisi ini sangat disayangkan. Sebab, setiap bulannya ada sekitar 1.200 pasien BPJS Kesehatan yang berobat di ... Baca halaman selanjutnya