Survei, Pria Akan Kehilangan Teman Dekat Saat Jadi Ayah Baru

"Penelitian kami menunjukkan bahwa memiliki teman dekat dapat bertindak sebagai penyangga terhadap tekanan ini. Menghabiskan waktu bersama teman memungkinkan Anda mengisi ulang baterai yang baik untuk Anda dan keluarga"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Menjadi orang tua adalah masa transisi dalam hidup yang kesemuanya berubah dalam waktu singkat. Contohnya adalah memunculkan potensi kehilangan teman dekat saat menjadi ayah baru.

Seperti dilansir dari Metro, sebuah survei baru telah menemukan bahwa sekitar satu dari lima pria Inggris benar-benar kehilangan teman dekat dalam waktu satu tahun menjadi seorang ayah.

Survei yang dilakukan oleh perusahaan riset Ipsos Mori, juga menemukan bahwa seperempat ayah baru mengatakan mereka merasa terisolasi dan tiga perempat mengatakan tingkat stres mereka meningkat pada tahun pertama menjadi ayah.

CEO Movember Owen Sharp, organisasi yang fokus pada kesehatan mental pria mengatakan menjadi seorang ayah bisa menjadi salah satu pengalaman hidup yang paling berharga.

Tapi sampai saat ini belum diakui betapa sulitnya transisi itu bagi para ayah baru, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa memiliki teman dekat dapat bertindak sebagai penyangga terhadap tekanan ini. Menghabiskan waktu bersama teman memungkinkan Anda mengisi ulang baterai yang baik untuk Anda dan keluarga," terangnya.

Survei terhadap 4.000 pria dilakukan menjelang Men's Health Week pada 10-16 Juni dan Hari Ayah pada 16 Juni. Saat ini, di Inggris, sekitar satu dari delapan pria memiliki masalah kesehatan mental yang umum, dan bunuh diri adalah penyebab paling umum kematian bagi pria berusia 20-49 tahun di Inggris dan Wales.

Pertemanan dekat antar pria bisa menjadi jaringan dukungan yang tak ternilai bagi ayah baru. Jadi jika teman priamu baru saja memiliki anak, hubungi dia untuk mengetahui bagaimana keadaannya.

Di sisi lain, ayah baru tanpa teman baik juga berjuang lebih banyak dengan tekanan yang tak terhindarkan yang diakibatkan karena menjadi orang tua. (*)