Hati-hati, Ini Lima Pemicu Sembelit di Bulan Puasa

"Pakar kesehatan menyebut sembelit sebagai kondisi yang menyebabkan kelainan pada proses buang air besar. Pakar kesehatan menyebut frekuensi buang air besar yang kurang dari 3 kali dalam seminggu sudah termasuk dalam kondisi ini"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Salah satu masalah kesehatan yang paling sering muncul di bulan puasa adalah sembelit atau susah buang air besar. Ada sebagian orang yang bahkan sampai mengalaminya selama beberapa hari. Apakah hal ini wajar terjadi?

Mengenal jenis sembelit

Pakar kesehatan menyebut sembelit sebagai kondisi yang menyebabkan kelainan pada proses buang air besar. Pakar kesehatan menyebut frekuensi buang air besar yang kurang dari 3 kali dalam seminggu sudah termasuk dalam kondisi ini. Hal ini disebabkan oleh kotoran yang biasanya semakin mengeras di dalam usus besar sehingga sulit untuk dikeluarkan.

Sembelit atau konstipasi bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni sembelit kronis dan sembelit akut. Sembelit akut bisa berlangsung selama satu atau dua minggu. Sementara itu, sembelit kronis bisa berlangsung dalam waktu yang jauh lebih lama, yakni berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Sembelit bisa terjadi di bulan puasa

Sebenarnya, sembelit bisa terjadi kapan saja, namun banyak orang yang mengalaminya di bulan puasa karena mengalami perubahan pola makan dengan signifikan. Di hari-hari biasa, tubuh bisa makan dan minum apa saja kapan saja, namun di bulan puasa, kita tidak bisa mengonsumsi apapun dalam waktu sekitar lebih dari 13 jam.

Selain itu, terkadang kita tidak makan dengan porsi yang banyak sehingga bisa mempengaruhi perubahan sistem metabolisme tubuh sehingga akhirnya mengubah frekuensi buang air besar untuk sementara.

Beberapa penyebab sembelit di bulan puasa
Pakar kesehatan menyebut ada banyak hal yang bisa mempengaruhi pergerakan usus di saluran pencernaan yang akhirnya berimbas pada munculnya sembelit di bulan puasa.

Berikut adalah berbagai penyebab sembelit tersebut.

1. Menurunnya asupan makanan

Jika asupan makanan sehari-hari saat puasa cenderung menurun, maka hal ini akan membuat pembentukan sisa makanan berkurang. Apalagi jika kita mengonsumsi makanan sehat ... Baca halaman selanjutnya