Kerusuhan di Jakarta Sebabkan Kepanikan, Ini Saran dari Psikolog

"Hal ini bisa berbahaya, terutama kepada orang yang memiliki masalah kejiwaan"
ilustrasi panik (net)

KLIKPOSITIF -- Berita tentang kerusuhan di berbagai media membuat banyak orang cemas dan panik. Hal itu bisa berbahaya, terutama pada orang-orang yang sudah didiagnosis memiliki masalah kejiwaan, seperti gangguan kecemasan dan gangguan panik.

Psikolog dari klinik Personal Growth, Veronica Adesla mengatakan bahwa rasa panik dan cemas ini bisa terjadi pada siapa saja. Nah, salah satu cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan membatasi akses terkait berita-berita tersebut.

"TV tidak perlu dipantengin terus-terusan 24 jam malah menambah panik. Bukan tidak boleh menonton berita loh ya, tapi tidak perlu terus-menerus dipantengin," ungkap Veronica dilansir dari Suara.com, jaringan Klikpositif.

Tips yang kedua adalah menghindari tayangan-tayangan yang meresahkan. Gambar dan video aksi kerusuhan, korban yang bergelimangan darah, dan sejenisnya sebaiknya dihindari. Jika Anda menerima video tersebut melalui media sosial, sebaiknya tidak menyebarkannya ke orang lain.

Video-video ini bisa saja memiliki dampak negatif yang berunsur provokasi dan menimbulkan ketakutan pada masyarakat. Ketiga, adalah menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Jangan sampai niat untuk berbagi kabar malah merugikan dan membuat orang lain cemas, karena yang dibagikan adalah kabar hoax. "Jika memungkinkan, tetaplah beraktivitas seperti biasa," tutup Veronica. (*)

sumber: Suara.com