Ketahui Empat Jenis Air Minum dalam Kemasan, Mana yang Bermanfaat?

"air mineral bersumber dari mata air dari alam yang mengandung mineral"
ilustrasi air mineral (net)

KLIKPOSITIF -- Air Minum dalam Kemasan (AMDK), menurut Badan Standardisasi Nasional (SNI) merupakan air yang telah diproses, dikemas dan aman diminum. Air ini mencakup air mineral dan demineral.

Selain itu, BPOM telah membagi AMDK ke dalam empat jenis, yaitu air mineral, air demineral, air beroksigen dan air alkali. "Keempat jenis air minum tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda," kata Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK.

Dilihat dari segi proses pembuatan, air mineral bersumber dari mata air dari alam yang mengandung mineral. Sementara air demineral adalah air yang tidak mengandung mineral. Air jenis ini diperoleh melalui proses pemurnian seperti destilasi (pemisahan zat-zat kimia), deionisasi (menetralisasi ion positif dan negatif), reverse osmosis (pemurnian) atau proses setara namun tetap aman untuk diminum.

Adapun air beroksigen berarti AMDK (mineral atau demineral) yang diberi tambahan oksigen dan air alkali diberi tambahan garam atau elektrolisis. Dilihat dari sisi derajat keasaman atau pH, air mineral biasanya memiliki pH 6.5-85; air demineral 5.0-7.5; air oksigen 6.5-8.5 (mineral) dan 5.0-7.5 (demineral); dan air alkali dengan pH 8.5-9.97.

Meski memiliki kandungan yang beragam, Diana mengatakan bahwa tiga jenis AMDK masih memerlukan kajian ilmiah mengenai manfaatnya.

"Selain manfaat dari tercukupinya kebutuhan hidrasi, untuk jenis air demineral, air dengan pH tinggi maupun air dengan tambahan kandungan oksigen, masih memerlukan dukungan kajian ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui bahwa jenis-jenis air tersebut dapat memberi manfaat kesehatan lain," kata Diana.

Manfaat lain yang Diana maksud adalah kabar bahwa ada kandungan air tertentu yang diklaim mampu menangani masalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan mencegah penyakit kanker. "Hingga saat ini klaim tersebut masih perlu dibuktikan secara ilmiah," ... Baca halaman selanjutnya