Hasil Studi: Sumpah Serapah Bermanfaat untuk Kesehatan

"Menurut temuan peneliti, mengumpat dapat membantu mengurangi rasa sakit dan menurunkan tingkat stres"
ilustrasi sumpah serapah (net)

KLIKPOSITIF -- Saat merasa kesal atau marah, terkadang seseorang meluapkannya melalui sumpah serapah atau mengumpat. Meski bisa menyakiti orang lain, mengumpat ternyata bermanfaat untuk kesehatan, menurut sebuah studi.

Hal ini diungkapkan melalui penelitian yang dilakukan Dr. Richard Stephens dan tim. Menurut temuannya mengumpat dapat membantu mengurangi rasa sakit dan menurunkan tingkat stres.

Dilansir dari Nypost, untuk mengarah pada kesimpulan ini, Richard yang merupakan dosen senior bidang psikologi di Keele University ini memaksa 67 siswa untuk mandi dalam cuaca dingin. Mereka dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama diminta untuk mengumpat selama menahan dingin yang menusuk. Sementara kelompok kedua hanya diizinkan mengucapkan kata-kata netral. Dr. Richard Stephens menemukan bahwa mengumpat meningkatkan ambang rasa sakit murid-muridnya hampir 50 persen.

Rata-rata, siswa dapat mentolerir rasa sakit selama hampir dua menit ketika mengumpat, tapi hanya satu menit 15 detik ketika mereka tidak melakukannya.

"Sumpah serapah memicu produksi pereda rasa nyeri alami. Ketika adrenalin dilepaskan, jantung memompa lebih cepat dan kita menjadi lebih mampu untuk mengatasi agresor atau melarikan diri dengan cepat. Mengumpat juga membantu banyak orang lebih bisa mentolerir rasa sakit," imbuhnya.

Namun, Richard memperingatkan bahwa efeknya paling besar dialami mereka yang hanya sesekali sumpah serapah atau mengumpat, daripada mereka yang sering melakukannya.

"Jika ingin menggunakan efek pengurang rasa sakit ini untuk memperbaiki kondisi, maka mereka perlu melakukan umpatan, atau sumpah serapah, tapi dengan jumlah yang lebih sedikit, ingat ya sedikit!" seru Richards.

Menurut Richard, sumpah serapah adalah bahasa emosional, tetapi jika digunakan secara berlebihan, akan kehilangan ikatan emosionalnya. Selain membantu mengatasi rasa sakit, Dr. Emma Byrne, seorang penulis mengatakan bahwa sumpah ... Baca halaman selanjutnya