Waspada! Bersendawa Ternyata Bisa Memicu Sakit Maag

"Bila sendawa terjadi terus menerus selama lima tahun, makin parah tidak sembuh-sembuh, apalagi ditambah sulit menelan, berhati-hatilah"
ilustrasi bersendawa (net)

KLIKPOSITIF -- Bersendawa setelah selesai makan atau seusai mengonsumsi minuman bersoda menjadi hal yang cukup wajar karena kedua hal ini memang memicu produksi gas di lambung.

Dokter spesialis penyakit dalam di Jakarta, dr. Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH menyebut, sendawa adalah cara tubuh mengeluarkan gas alami. Umumnya kondisi ini merupakan hal wajar karena jika tidak dikeluarkan akan membuat perut menjadi kembung dan terasa begah.

Namun bagaimana jika sendawa tidak dipicu kedua hal ini atau justru terjadi saat perut kosong? Menurut dr. Hendra, kondisi inilah yang harus diwaspadai. Menurutnya bisa jadi seseorang mengalami gejala maag yang jika tidak ditangani bisa berujung pada tukak lambung (ulkus peptikum) hingga kanker lambung.

"Bila sendawa terjadi terus menerus selama lima tahun, makin parah tidak sembuh-sembuh, apalagi ditambah sulit menelan, berhati-hatilah. Kita mesti endoskopi. Jangan sembarangan dengan sendawa," ujarnya dilansir dari Suara.com, jaringan Klikpositif.

Sendawa yang terjadi terus menerus misalnya hingga lima tahun, kata dr. Hendra, besar kemungkinan merupakan gejala maag. Maag sendiri bisa ditandai dengan gejala nyeri perut, mual, muntah, kembung, begah, sendawa, rasa terbakar diulu hati atau dada dan keluhan lainnya yang bermuara pada area bagian atas.

"Jika gangguan sakit maag tidak ditangani baik, apalagi adanya infeksi kunan heliobacter pylori, maka akan mudah menjadi tukak lambung," tandasnya. (*)