Peneliti Deteksi Tanda-tanda Alzheimer Melalui Pemeriksaan Mata

Sebuah peneliti mendeteksi tanda-tanda penyakit Alzheimer di pembuluh darah kecil di bagian belakang mata dengan menggunakan teknik pemindaian ultrasensitif.
Sebuah peneliti mendeteksi tanda-tanda penyakit Alzheimer di pembuluh darah kecil di bagian belakang mata dengan menggunakan teknik pemindaian ultrasensitif. (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Sebuah peneliti mendeteksi tanda-tanda penyakit Alzheimer di pembuluh darah kecil di bagian belakang mata dengan menggunakan teknik pemindaian ultrasensitif. Peneliti Duke University menemukan bahwa pembuluh darah retina kecil ini diubah pada pasien dengan penyakit Alzheimer, tetapi tidak pada mereka yang mengalami gangguan kognitif ringan (MCI) atau mereka yang tidak memiliki tanda-tanda penurunan mental.

"Di antara orang-orang yang menderita Alzheimer ada penurunan yang signifikan dalam kepadatan pembuluh darah di lapisan dangkal retina, di bandingkan dengan mereka yang memiliki gangguan kognitif ringan,” kata Dr. Dilrag Grewal, Associate professor of opthalmology di Duke Eye Center.

baca juga: Survei Ungkap 17 Juta Orang Indonesia Derita Gangguang Tiroid

"Kami juga menemukan pengurangan ketebalan (lapisan tertentu retina) pada pasien Alzheimer dibandingkan dengan mereka yang memilliki gangguan kognitif ringan," jelasnya. Temuan ini dilaprorkan dalam Ophthalmology Retina, sebuah publikasi dari American Academy of Ophthalmology.

“Retina adalah perpanjangan dari otak, dan diperkirakan perubahan yang terjadi di otak dicerminkan di retina. Dengan penyakit neurodegenatif Anda kehilangan jaringan saraf. Seiring dengan hilangnya volume otak yang terukur, ada hilangnya pembuluh darah yang memasok otak. Dan karena retina adalah bagian dari sistem saraf pusat, perubahan yang sama terjadi di sana.

baca juga: Dilarang oleh WHO, India Tetap Gunakan Hidroklorokuin untuk Obat Corona

Temuan baru tidak mungkin terjadi tanpa teknologi pemindaian baru, yang disebut optical coherence tomography angiography (OCTA), yang memungkinkan pengguna untuk melihat dengan detail struktur bagian belakang mata.

“Dengan teknologi sebelumnya anda hanya bisa mengukur pembuluh darah yang lebih besar di bagian belakang mata. Sekarang kita bisa melihat pembuluh darah yang berada pada tiingkat kapiler di berbagai lapisan retina. Karena itu kami dapat mendeteksi tingkat perubahan yang jauh lebih kecil," jelasnya.

baca juga: Ini Bahan Alami untuk Cegah Masalah Kebotakan

Dilansir dari laman reuters, Grewal dan koleganya menggunakan OCTA untuk mengintip ke dalam mata 39 pasien Alzheier, 37 orang dengan MCI dan 133 orang yang secara kognitif sehat, kontrol. Para peneliti tidak hanya dapat mendeteksi perbedaan antara pasien Alzheimer dan dua kelompok lainnya, tetapi mereka juga dapat melihat perbedaan di antara pasien Alzheimer yang tampaknya terkait dengan tingkat keparahan penyakit.

"Perbedaannya sebanding dengan tingkat keparahan gangguan kognitif. Jadi orang-orang dengan Alzheimer yang lebih parah mengalami kehilangan pembuluh darah retina yang lebih parah," tuturnya.

baca juga: Ini Daftar Vitamin yang Bisa Bantu Tubuh Lawan COVID-19

[Michelle Novri]

Penulis: Fitria Marlina