Studi: Menggigit Kuku Tunjukkan Kepribadian Seseorang

" hal ini sebagai kelainan perilaku untuk menenangkan diri "
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Beberapa orang memiliki kebiasaan menggigit kuku alias onychophagia. Ini bukan saja merusak kuku, tapi juga bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti masuknya kotoran ke mulut, infeksi di jari, dan kerusakan gigi. Sayangnya kebiasaan ini termasuk yang sulit dihentikan karena dilakukan tanpa sadar pada kondisi tertentu.

Para peneliti mengkategorikan hal ini sebagai kelainan perilaku untuk menenangkan diri saat seseorang berada dalam kondisi stres atau cemas. Anda tentu masih ingat film-film kartun yang sering menggambarkan tokohnya menggigit kuku saat ketakutan. Hal itu memang terlihat berlebihan, namun sebenarnya itulah yang dilakukan sebagian orang. Tetapi kebiasaan menggigit kuku tidak hanya mengungkapkan tingkat stres Anda.

Dilansir dari laman Reader’s Digest, menurut sebuah studi dari Journal of Behavior Therapy dan Experimental Psychiatry, itu juga merupakan tanda bahwa Anda seorang perfeksionis.

Para peneliti melakukan survei terhadap 48 partisipan, setengahnya memiliki kebiasaan menggigit kuku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang suka menggigit kuku merupakan tanda-tanda orang yang perfeksionis, yaitu bekerja terlalu keras, perencanaan yang matang, dan frustasi dengan cepat jika keinginannya tidak tercapai.

Kemudian, para pertisipan ditempatkan dalam empat situasi yang dirancang untuk membuat mereka merasa stres, frustasi, bosan, dan santai. Situasi yang terkait dengan tiga emosi pertama menyebabkan mereka menggigit kuku seperti kebiasaan mereka, hal tersebut karena situasi yang kurang nyaman. Namun kebiasaan tersebut tidak dilakukan dalam situasi santai.

"Kami percaya bahwa individu dengan kebiasaan tersebut menunjukkan sifat perfeksionis, artinya mereka tidak dapat bersantai dan melakukan tugas dengan kecepatan normal. Karena itu mereka cenderung frustasi, tidak sabar, dan tidak puas ketika mereka belum mencapai tujuan mereka,"  kata penulis ... Baca halaman selanjutnya