Korban Kecelakaan Lalulintas Pasaman Saat Ini Dijamin BPJS Kesehatan

"Korban kecelakaan lalulintas, angkutan umum dan jalan semakin mendapat perlindungan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Pasaman"
Kepala BPJS Kesesehatan Kabupaten Pasaman saat menjadi narasumber (Ist)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Korban kecelakaan lalulintas, angkutan umum dan jalan semakin mendapat perlindungan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Pasaman. Jaminan diberikan setelah biaya pengobatan telah menyentuh batas plafon penjamin pertama, PT Jasa Raharja (persero) sebesar Rp20 juta, bagi kecelakaan ganda (dua kendaraan bermotor bertabrakan-red), ataupun menabrak pejalan kaki.

"Setelah melewati plafon PT. Jasa Raharja, maka penjaminannya langsung dialihkan pada BPJS Kesehatan sampai korban sembuh, sebagai penjamin kedua, ketentuan ini sudah berlaku sejak penandatangan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 Tahun 2018, serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.02/2018," kata Kepala BPJS Kesehatan Pasaman, Syafruddin saat menjadi narasumber pertemuan koordinasi 4 instansi yakni Polres Pasaman, PT. Jasaraharja (Persero), RSUD Lubuk Sikaping dan BPJS Kesehatan di gedung pertemuan Pustaka Lubuk Sikaping, Rabu 13 Maret 2019.

Mekanisme plafon PT. Jasa Raharja ini ini tidak berlaku bagi korban kecelakaan tunggal (korban jatuh sendiri tanpa bertabrakan dengan kendaraan bermotor), namun dalam kondisi kecelakaan tunggal ini semuanya dijamin oleh BPJS Kesehatan sebagai penjamin penuh 100 persen.

Dikatakan Syafruddin, masyarakat tak perlu khawatir repot mengurus klaim jika menjadi korban atau mengurus untuk orang lain. Proses peralihan berlangsung sistematis secara online yang dilengkapi dengan system IRSMS ( Polri ) Vclaim ( Rumah Sakit) ,Vidi ( BPJS Kesehatan ) Movis/Dasi (Jasa Raharja ), laporan dari Kepolisian dan rumah sakit menjadi bukti klaim serta peralihan wewenang, dan yang terpenting adalah korban/keluarga korban diwajibkan untuk melapor ke Kepolisian. Sedangkan pihak admin rumah sakit ketika menerima korban di IGD memberikan tanda di Aplikasi online untuk sinyal laporan dugaan kecelakaan ke Jasa Raharja secara otomatis ter intergasi dengan 4 intansi tersebut.

Menurut Syafruddin, ... Baca halaman selanjutnya