Ini Alasan Ilmiah Ikatan Ibu dan Anak yang Begitu Kuat

" pencitraan otak pada jalur saraf empati untuk menguji ikatan anak dan ibu."
Para ibu mengalami "high-self overlap" yang berarti, ketika mereka membayangkan anak-anak mereka dalam situasi yang menyedihkan (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Tidak mengejutkan bagi para ibu bahwa mereka benar-benar bisa merasakan semua yang dirasakan anak mereka, dan sekarang sains dapat menjelaskan alasannya.

Dengan tujuan untuk memahami ikatan yang tak tertandingi antara ibu dan anak, para peneliti dalam studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Social Cognitive dan Affective Neuroscience, menggunakan pencitraan otak pada jalur saraf empati untuk menguji ikatan anak dan ibu.

Partisipan diminta untuk secara hipotetis menempatkan diri mereka dalam keadaan sulit yang menyedihkan, dan kemudian membayangkan anggota keluarga dalam situasi yang sama.

Para ibu mengalami "high-self overlap" yang berarti, ketika mereka membayangkan anak-anak mereka dalam situasi yang menyedihkan, otak mereka menunjukkan reaksi yang hampir identik dengan kesedihan yang mereka bayangkan.

Hasilnya membuktikan apa yang sudah lama dikatakan oleh para ibu, "Kamu tidak akan pernah mengerti betapa aku mencintaimu sampai kamu memiliki anak sendiri. Namun ada beberapa pengecualian, sebagai contoh seorang ibu narsisistik ternyata tidak memiliki reaksi yang sama".

Orang yang narsis memiliki kesulitan untuk menganggap keberadaan seseorang, berempati, atau merasakan keterikatan, sehingga masuk akal bahwa orang yang tidak merasakan empati tidak akan menampilkan jalur saraf yang sama dengan mereka yang memiliki rasa empati. Dengan kata lain, membayangkan orang lain dalam situasi yang menyedihkan tidak terlalu mengganggu mereka.

 Dilansir dari laman Reader ‘s Digest, hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa empati yang dimiliki ibu yang sehat secara mental adalah keinginan alamiah untuk memahami, merespons perasaan dan perilaku anak mereka. Naluri empati ibu inilah yang menyebabkan seorang ibu bersifat selektif dan protektif dalam melindungi anak anaknya.

Yang lebih mengejutkan lagi adalah para peneliti juga menemukan tingkat empati anak ... Baca halaman selanjutnya