Bagaimana Cara Membatasi Makanan Asam Selama Diet?

"Kuncinya terletak pada identifikasi makanan yang bersifat asam"
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Jika Anda rentan terhadap masalah kesehatan terkait keasaman, maka sangat penting bagi mengikuti diet yang membuat Anda terbebas dari makanan asam. Membuat perubahan dalam diet merupakan cara terbaik menjaga keasaman.

Kuncinya terletak pada identifikasi makanan yang bersifat asam. Ketika berbicara tentang zat asam, kita mempertimbangkan nilai pH. Nilai pH 0 menunjukkan tingkat asam yang tinggi. Nilai pH 7 sama dengan netral, sedangkan nilai pH 14 menunjukkan basa.

Apa itu Makanan Asam? Makanan dengan nilai pH 4,6 atau lebih rendah dianggap bersifat asam. Secara umum, buah jeruk memiliki nilai pH yang rendah dan karena itu dianggap asam. Tubuh kita memiliki tingkat pH yang diatur yang berkisar dari 0 hingga 14. Sedikit pH basa sekitar 7,35-7,45 ideal untuk kesehatan manusia. Tingkat pH yang tinggi menyebabkan alkalosis sehingga menimbulkan masalah kesehatan.

Dilansir dari laman Boldsky, makanan yang memiliki zat pembentuk asam dapat membuat pH darah menjadi rendah. Ini menyebabkan asam menumpuk. Kerugian ini kemudian dikompensasikan dengan melindi bagian-bagian alkali di dalam tubuh, seperti bagian kalsium. Ini kemudian diekskresikan dalam urin. Oleh karena itu ditentukan bahwa mengkonsumsi makanan asam untuk jangka panjang dapat menyebabkan kehilangan tulang mineral, yang akhirnya dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti osteoporosis. Membatasi asupan makanan asam dapat menjaga kesehatan tulang bersama dengan pencegahan batu ginjal dan mengurangi gejala refluks asam.

Makanan yang mengandung asam tinggi harus dihindari. Makanan asam dapat memperburuk gangguan pencernaan seperti refluks asam. Berikut daftar makanan yang harus Anda hindari selama diet, yakni Gula, Ikan, Makanan olahan, Biji-bijian, dan sedikit produk susu.