Studi: Orangtua Makin Cuek dengan Tumbuh Kembang Anak

"angka kejadian anak akibat masalah gizi mencapai 37,2 persen."
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Angka kejadian gangguan tumbuh kembang anak saat ini cukup tinggi di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 yang menyebut bahwa, angka kejadian anak akibat masalah gizi mencapai 37,2 persen.

Salah satu penyebabnya, kata dr. Margaretha Komalasari, Sp. A dari Brawijaya Women & Children Hospital adalah kurangnya kesadaran orangtua, khususnya ibu untuk terus memantau pertumbuhan dan perkembangan anak pada 1000 hari pertama mereka.

"Memantau tumbuh kembang haruslah dilakukan secara rutin dan jadi kebiasaan orangtua. Karena semakin dini masalah tumbuh kembang didiagnosis, kemungkinan kita dapat memperbaikinya akan semakin besar. Kalau sudah lewat dari 2 tahun, kasus stunting dan lainnya mungkin akan sulit diatasi," ujarnya dalam acara Peluncuran Teman Bumil Tumbuh-Kembang di Jakarta, Rabu (15/8).

Sayangnya, menurut survei yang dilakukan Teman Bumil, aplikasi untuk ibu Indonesia, dari 1.200 orangtua yang ditemukan, hanya 37 persen diantaranya yang memantau rutin tumbuh-kembang si kecil tiap bulan.

Robyn Soetikno, Co-Founder Teman Bumil memaparkan dari angka tersebut, hanya 2,6 persen orangtua yang rutin mencatat tumbuh kembang si kecil tiap minggu, dan sebanyak 3,7 persen tidak pernah melakukannya. Sedangkan, sebanyak 42 persen hanya memantau ketika kunjungan ke dokter.

Menurutnya, kecenderungan orangtua untuk mencatat tumbuh kembang anak di Kartu Menuju Sehat (KMS) kadang menyulitkan. Sebanyak 23 persen responden bahkan kerap kesulitan mengingat jadwal imunisasi buah hati mereka karena KMS hilang.

"Berdasarkan survei tersebut sebanyak 98 responden mengatakan akan sangat terbantu dengan KMS digital yang bisa mereka akses langsung dengan gadget. Untuk itu, dalam peluncuran Teman Bumil Tumbuh-Kembang, kami ingin menginformasikan bahwa apkikasi ini juga bisa menjadi KMS digital yang membantu memantau dan mencatat tunbuh kembang si Kecil," ... Baca halaman selanjutnya