JKN-KIS Permudah Pengobatan Bocah Penderita Thalamesia Ini

"Kami sangat beryukur Indonesia mempunyai Program JKN - KIS ini, karena program ini sangat bermanfaat bagi keluarga saya dengan kondisi ekonomi keluarga kami yang seperti ini"
Nadia Zulfa Yusmi (8), seorang pasien yang mengidap penyakit Thalasemia dan merupakan peserta JKN-KIS segmen kepesertaan PBI - APBN (Ist)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Nadia Zulfa Yusmi adalah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berumur 8 tahun di salah satu sekolah di Kota Bukittinggi. Tidak ada yang berbeda terlihat dari seorang Nadia dengan anak-anak seumuran dia di kehidupan seharinya.

Seorang anak yang terlihat ceria dan semangat, meskipun dia adalah seorang pasien yang mengidap penyakit Thalasemia. Nadia merupakan peserta JKN-KIS segmen kepesertaan PBI - APBN yang mengidap penyakit Thalasemia.

Akibat penyakit yang dideritanya itu, Nadia diwajibkan untuk rutin melakukan kunjungan ke rumah sakit Achmad Moehctar Kota Bukittinggi. Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal.

Penderita Thalasemia memiliki kadar hemoglobin yang rendah, sehingga tingkat oksigen dalam tubuh penderita Thalasemia juga lebih rendah.

Selain itu, penderita Thalasemia yang tidak ditangani dengan tepat juga dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung, pertumbuhan yang terhambat, kerusakan pada organ tubuh, gangguan hati, hingga kematian.

Menurut pengakuan orang tua Nadia, Yusminiarti, dunia seakan runtuh saat dokter mengatakan anaknya mengidap penyakit Thalasemia.

"Saya hanya bisa terduduk dan menagis memikirkan nasib anak kami, tapi selama melakukan pelayanan kesehatan maupun pengambilan obat, pihak fasilitas kesehatan selalu memberikan pelayanan yang baik tanpa dipungut biaya dan dokter melayani Nadia dengan sangat baik,” lanjut Yusminiarti

“Kami sangat beryukur Indonesia mempunyai Program JKN - KIS ini, karena program ini sangat bermanfaat bagi keluarga saya dengan kondisi ekonomi keluarga kami yang seperti ini. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja terkadang tidak cukup, apalagi untuk membayar iuran jaminan kesehatan dan biaya perawatan Nadia yang membutuhkan biaya jutaan rupiah untuk perawatan ... Baca halaman selanjutnya