Perlukah Mengkomsumsi Air yang Mengandung Vitamin? Ini Penjelasannya

"Kamu diharapkan untuk minum lebih banyak air. Ini dapat mengatur nafsu makanmu, mengurangi mengidam makanan yang tidak sehat serta meningkatkan energi"
ilustrasi air yang bervitamin (net)

KLIKPOSITIF -- Vitamin air atau air yang mengandung vitamin dipercaya bisa memenuhi asupan nutris dalam tubuh. Namun, benarkah anggapan ini? Menurut Bonnie Liebman, direktur nutrisi di Pusat Ilmu Pengetahuan untuk Kepentingan Umum, ini bukan tentang bukti ilmiah atau kesehatan masyarakat.

"Kamu mungkin pernah melihat label bertuliskan 'meningkatkan fokus dan energi' namun sebenarnya ini masih belum jelas," tuturnya kepada TIME.

Vitamin air ini juga mengandung gula tambahan. Seperti dicatat Ecowatch, sebotol air vitamin 20 ons mengandung sekitar 120 kalori dan 32 gram gula. Gula yang dipakai juga bervariasi. Bahkan ada yang menggunakan fruktosa kristal yang merupakan komponen berbahaya.

"Konsumsi fruktosa berlebihan dapat meningkatkan kolesterol darah, trigliserida, tekanan darah, resistensi insulin, penumpukan lemak di sekitar organ dan risiko penyakit hati berlemak."

Mungkin kamu berpikir bahwa minuman ini diperkaya dengan zat gizi mikro yang mempunyai manfaat bagi tubuh. Ya, asupan beberapa mikronutrien direkomendasikan dalam jumlah rata-rata. Namun nutrisi tertentu seperti vitamin A dan E sebenarnya bisa berbahaya jika berlebihan.

Naik 25 hingga 50 persen dari asupan yang disarankan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Nutrisi yang berlebih tidak dapat diuraikan, cenderung menumpuk di jaringan dan berpotensi menyebabkan komplikasi.

"Jika kandungan ini meningkat daru waktu ke waktu maka bisa saja seseorang akan mendapat masalah dengan fungsi hati," ungkap Mara Z. Vitolins, ahli diet terdaftar.

Jika kamu kekurangan satu mikronutrien atau lebih, akan lebih baik jika mendapatkannya melalui diet sehat. (*)

sumber: HiMedik