Ternyata Laut Gunung Anak Krakatau Airnya Hangat, Kenapa Ya?

"Fenomena unik ini merupakan salah satu bagian dari proses pembentukan gunung api aktif yang terjadi di bawah laut"
Gunung Anak Krakatau (BBC)

KLIKPOSITIF -- Pada Sabtu (22/12), beberapa wilayah pantai di Selat Sunda dan daerah pantai di kawasan Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan baru saja diterjang tsunami sekitar pukul 21.27 WIB.

Dalam siaran pers BMKG yang diunggah dalam Twitternya peristiwa tsunami di Pantai Barat Banten ini tidak dipicu oleh gempa bumi. Kemungkinan dipicu adanya longsor dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Longsoran bebatuan berukuran gigantis tersebut lantas menyebabkan volume air naik dan menyebabkan gelombang tinggi. Jurnalis Alvi Apriayandi dalam postingan Instagramnya pernah merekam keadaan bongkahan bebatuan berukuran besar di bawah laut di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau tersebut.

Kala itu, Alvi bersama tim DOES asuhan Erix Soekamti cs tengah menyisir lautan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Tampak dalam gambar yang dibagikan Alvi, bebatuan berukuran gigantis bekas letusan Gunung Krakatau tahun 1883 mendiami dasar laut Selat Sunda.

Longsoran di bawah laut dengan bebatuan berukuran raksasa ini kemudian menyebabkan volume air naik dan menjelma tsunami. Tak hanya bongkahan batu berukuran raksasa, Alvi dan tim DOES juga menyimak fenomena alam unik yang terdapat di dasar laut Gunung Anak Krakatau.

Fenomena tersebut berupa gelembung udara yang menyelinap keluar dari celah-celah perut bumi. Berdasarkan penuturan Alvi, suhu air dan pasir bertekstur cukup kasar di sekitar gelembung udara yang mengalir masif terasa cukup hangat.

Fenomena unik ini merupakan salah satu bagian dari proses pembentukan gunung api aktif yang terjadi di bawah laut. Hal ini terjadi akibat reaksi dari gas di dalam perut bumi yang berfungsi memfasilitasi energi guna pembentukan gunung api.

Selain di Gunung Anak Krakatau, fenomena yang sama juga dapat disimak di beberapa gunung api bawah laut di Indonesia lainnya, antara lain di gunung api bawah laut Banua Wuhu, di pulau Mahangetan, Sangihe, Sulawesi Utara.

Bagaimana ... Baca halaman selanjutnya