Kisah IRT Pasaman Mengidap Sakit Jantung, Hingga Ditanggung BPJS-Kes Biaya Operasinya

"Saya sangat bersyukur berkat tanggungan BPJS Kesehatan biaya operasi saya ditanggung 100 persen oleh BPJS Kesehatan. Inilah manfaat BPJS yang saya rasakan, dan juga dirasakan semua orang nantinya"
Eni Pefrina, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) siap operasi jantung foto bersama Kepala BPJS Pasaman, Syafruddin (Ist)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Eni Pefrina, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal di Jorong 3 Sundata Nagari Sundata Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat terasa hidup kedua kali selesai menjalani operasi jantung di Rumah Sakit (RS) Jantung Harapan Kita Jakarta.

Kini ibu empat orang anak itu telah berada di rumah sederhananya yang terbuat dari papan semi permanen bersama suami tercintanya bernama Jon Efendi (34). Kini Eni telah bisa beraktifitas di dalam rumah, seperti memasak untuk keluarganya. Namun belum bisa mengangkat beban yang berat.

Eni Pefrina mantan guru honorer sukarela di salah satu SDN di Sundata ini kepada KLIKPOSITIF menuturkan ia menjalani operasi jantung di RS Harapan Kita Jakarta tanggal 12 Juli 2018 lalu menghabiskan uang lebih dari Rp350 juta.

Sakit jatung yang ia derita diketahuinya sejak satu tahun yang lalu di saat memeriksa kesehatannya di rumah sakit Ahmad Mochtar Bukittinggi. Saat tau bahwa dirinya menderita sakit jantung, ia sangat tertekan.

Di dalam pikirannya, langsung terbayang begitu besarnya biaya pengobatan yang ia harus cari setiap harinya. Sementara keluarga Eni bukanlah keluarga yang kaya. Saat itu ia hanya seorang guru honorer yang mempunyai pendapatan Rp100-Rp250 ribu setiap bulan.

Sementara, suaminya hanya seorang petani karet dan sedikit ladang coklat. Paling pendapatan dari lahan yang dikelolanya sekitar Rp300 ribu per minggu. Penghasilan ini hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari dan membiayai empat orang anaknya.

Empat orang anak pasangan Eni dan Jon Efendi paling besar bernama Fiaz umur 9,5 tahun, Fauziah 7,5 tahun keduanya duduk dibangku SD. Dan dua lagi Noval 4,5 tahun serta Bilqis 20 bulan.

"Sejak saya divonis dokter mengidap penyakit jantung maka saya rutin melakukan kontrol selama satu tahun di Bukittinggi. Hingga akhirnya dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta pada akhir Januari 2018," kata Eni pada KLIKPOSITIF, ... Baca halaman selanjutnya