Rujukan Online Tidak Kaku, Apa Kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi

"Rujukan sama sekali tidak kaku, misalnya ada peserta yang membutuhkan pelayanan medis di rumah sakit yang kompetensinya lebih tinggi maka bisa dirujuk langsung ke rumah sakit kelas B atau bahkan kelas A"
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Yessy Rahimi (Ist)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Akhir-akhir ini , BPJS Kesehatan menerima sejumlah pertanyaan atau keluhan dari masyarakat sehubungan dengan beredarnya informasi di jejaring dan media sosial. Bahkan dari mulut-kemulut tentang pasien JKN-KIS tidak dapat memilih rumah sakit yang dituju karena telah ditentukan oleh aplikasi P-Care BPJS Kesehatan secara online baik di Puskesmas, klinik maupun Dokter DPP bahkan sampai ke Rumah Sakit Rujukan.

Menanggapi tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Yessy Rahimi pada KLIKPOSITIF memastikan bahwa sistem rujukan online sama sekali tidak mengurangi manfaat, yang diterima oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam memperoleh pelayanan kesehatan tuturnya.

“Rujukan sama sekali tidak kaku, misalnya ada peserta yang membutuhkan pelayanan medis di rumah sakit yang kompetensinya lebih tinggi maka bisa dirujuk langsung ke rumah sakit kelas B atau bahkan kelas A,” ungkap Yessy sebagai Kepala Cabang yang mempunyai wilayah kerja di lima kabupaten dan kota di Sumatera Barat yakni Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Pasaman dan Pasaman Barat.

Dijelaskan Yessy, dalam sistem rujukan online, peserta akan dirujuk ke fasilitas kesehatan sesuai dengan kompetensi pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Peserta tetap dirujuk ke dokter spesialis.

"Jadi jangan khawatir. Dalam kasus tertentu bisa langsung ke dokter sub spesialis di rumah sakit di kelas yang lebih tinggi" terangnya.

Yessy mengungkapkan momentum ini diharapkan didukung oleh seluruh pihak. Pihaknya siap menerima masukan konstruktif dan solutif apabila terdapat hal yang masih perlu ada perbaikan.

Saat ini fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Klinik dan DPP maupun rumah sakit sudah proaktif dalam mengisi kompetensi dan kapasitas rumah sakit melalui aplikasi Health Facilities Information System (HFIS), dan kami cukup memberikan apresiasi kepada semua faskes ... Baca halaman selanjutnya