Wajib Tahu! Sering Bicara dengan Balita Bisa Tingkatkan Skor IQ

"Terbukti, anak-anak yang lebih interaktif dan lebih banyak diajak berbicara ketika balita memiliki rata-rata skor IQ 14 hingga 27 persen lebih banyak"
ilustrasi bicara dengan anak balita. (net)

KLIKPOSITIF -- Melakukan interaksi dengan anak menjadi hal wajib bagi para orangtua. Terlebih jika anak tersebut masih dalam kategori balita, bisa dipastikan interaksi menjadi sarana terbaik untuk saling berkomunikasi.

Penelitian terbaru membuktikan bahwa balita yang sering diajak bicara dapat tumbuh dewasa dengan mempunyai skor IQ yang lebih tinggi.  Studi tersebut diterbitkan oleh Journal of Pediatrics pada 11 September 2018. Mulanya tim peneliti melakukan riset pada anak-anak berusia 18 bulan hingga dua tahun.

Dalam riset tersebut mereka diperdengarkan rekaman kata-kata dari orang dewasa. Rekaman terbagi menjadi dua yaitu rekaman kata-kata yang biasanya terucap oleh orang dewasa dan rekaman percakapan yang terjadi antara orang dewasa dan balita tersebut.

Mereka diperdengarkan rekaman tersebut setidaknya satu kali dalam sebulan selama enam bulan berturut-turut. Dirangkum dari New York Post, peneliti kemudian memanggil kembali anak-anak itu ketika berusia sembilan hingga 14 tahun.

Peneliti melakukan tes bahasa dan kognitif untuk melihat respons otak terhadap rekaman bahasa ketika mereka masih balita. Terbukti, anak-anak yang lebih interaktif dan lebih banyak diajak berbicara ketika balita memiliki rata-rata skor IQ 14 hingga 27 persen lebih banyak, terutama terkait pemahaman verbal dan skor kosakata reseptif serta ekspresif.

Kuantitas dan kualitas bahasa ternyata dapat meningkatkan mentalitas dan tingkat interaksi anak di masa depan. Penelitian ini juga memperkuat penelitian sebelumnya di tahun 1990. Dalam studi di tahun tersebut, anak-anak dari latar belakang sosial ekonomi yang lebih tinggi memiliki jumlah kosakata yang lebih baik daripada anak-anak yang tumbuh di keluarga miskin.

Anak dengan latar belakang sosial ekonomi lebih tinggi memiliki lebih banyak 30 juta kata daripada anak dengan keterbatasan ekonomi. Dalam komunitas medis ini dikenal dengan nama 'kesenjangan kata'.

Seorang ... Baca halaman selanjutnya