Minum Bersoda Meneror Kesehatan Manusia, Ini Faktanya

"Air berkarbonasi, pemanis, pewarna dan pengawet merupakan bahan-bahan yang umumnya terkandung di dalam minuman bersoda"
ilustrasi minuman bersoda. (boldsky)

KLIKPOSITIF -- Ternyata kelebihan berat badan tidak hanya disebabkan oleh makanan. Terdapat faktor lain yang bisa menyebabkan penambahan berat badan, namun jarang disadari. Salah satunya adalah minuman berkadar gula tinggi, seperti minuman bersoda.

Air berkarbonasi, pemanis, pewarna dan pengawet merupakan bahan-bahan yang umumnya terkandung di dalam minuman bersoda. Bahkan, beberapa jenis minuman bersoda juga mengandung kafein dan alkohol, meski dalam jumlah yang sedikit. Banyak penelitian yang mengaitkan pengaruh konsumsi minuman bersoda dengan masalah kesehatan.

Di sisi lain, penelitian yang mengungkap bahwa konsumsi minuman bersoda tidak berhubungan dengan gangguan kesehatan cenderung disponsori oleh produsen minuman bersoda. Berikut ini beberapa masalah kesehatan yang dapat diakibatkan oleh minuman bersoda beserta faktanya, di antaranya:
1. Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung
Penelitian menyatakan bahwa risiko serangan jantung dan stroke meningkat pada orang yang mengonsumsi minuman bersoda yang tinggi gula setiap hari. Hal ini diduga terjadi karena kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda berkaitan dengan peningkatan kolesterol, resistensi insulin, dan peradangan.

2. Minuman bersoda dapat menyebabkan obesitas
Minuman bersoda merupakan salah satu penyebab obesitas, apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Tingginya gula di dalam minuman bersoda mengakibatkan timbunan lemak penyebab obesitas. Penelitian juga menemukan bahwa sebagian besar anak yang mengalami obesitas mendapat asupan 1000-2000 kalori sehari hanya dari minuman bersoda.

3. Minuman bersoda dapat membuat gula darah sulit dikontrol
Efek minuman bersoda yang satu ini tidak baik untuk penderita diabetes. Gula dan kalori yang sangat tinggi, ditambah tidak adanya asupan nutrisi penting lain di dalam minuman bersoda, dianggap dapat meningkatkan risiko komplikasi dan masalah ... Baca halaman selanjutnya