Wajib Tahu! Gawai Ternyata Mempengaruhi Mentalitas Anak

"sebanyak 1 persen balita sudah memiliki gawai dan ini menimbulkan ketergantungan digital yang datang terlalu awal untuk mereka"
ilustrasi anak menggunakan gadget. (internet)

KLIKPOSITIF -- Bukan pemandangan baru jika kamu melihat anak Sekolah Dasar (SD) bahkan anak TK memegang gawai untuk mengisi waktu luang mereka. Apalagi di kota-kota besar, pemandangan ini menjadi hal yang lumrah. Selain game, media sosial biasanya menjadi hiburan bagi anak untuk mengisi waktu luang mereka.

Kebiasaan seperti ini ternyata punya pengaruh bagi kematangan emosi anak. Menurut Neuroscientist Baroness, Susan Greenfield, ketika anak terbiasa dengan stimulasi seperti Instagram, Twitter dan Youtube yang tersedia 24 jam sehari, maka ini membuat mereka tak dapat 'bergulat' dengan pikiran mereka sendiri.

Dilansir metro.co.uk dan HiMedik, peneliti senior dari Universitas Oxford juga mengutip sebuah penelitian yang dilakukan oleh para psikolog di Universitas Virginia dan Harvard. Mereka menemukan anak-anak lebih suka diberi gawai daripada dibiarkan sendiri tanpa adanya sesuatu yang bisa menghibur.

Ini membuat Tanya Goodin memberikan argumennya. Pendiri gerakan detoks digital Time To Log Off dan penulis 'Stop Staring at Screen' ini mengatakan tak mengherankan bahwa banyak ilmuwan berpikir dunia online menyebabkan anak-anak menunda perkembangan dalam hal-hal penting.

Bahkan di Inggris, sebanyak 1 persen balita sudah memiliki gawai dan ini menimbulkan ketergantungan digital yang datang terlalu awal untuk mereka. Dalam laporan Ofcom baru-baru ini, 50 persen orang dewasa Inggris mengatakan hidup mereka akan membosankan jika mereka tidak memiliki akses ke dunia digital.

Dari penelitian ini seharusnya orang tua bisa mengambil kesimpulan bahwa hal-hal seperti membaca, berkebun dan berolahraga mungkin menjadi alternatif yang lebih baik daripada menghabiskan waktu di depan layar. Ia berpendapat, kegiatan seperti itu akan merangsang imajinasi anak-anak. (*)