Awas Serangan Jantung di Pagi Hari, Ini Penyebabnya

"Morning surge atau hipertensi di pagi hari terjadi ketika angka tensi rendah ketika malam mau tidur dan meningkat di pagi hari, yakni antara pukul 6-10 pagi"
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Serangan jantung selalu terjadi tiba-tiba, tapi peluang serangan jantung di pagi hari cukup tinggi, salah satunya disebabkan meningkatnya tekanan darah di pagi hari yang dikenal dengan sebutan morning surge.

Hal inilah yang menyebabkan seseorang, kata Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH) dr Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, dianjurkan mengukur tekanan darah dua kali sehari di rumah, yakni di pagi hari dan menjelang tidur malam.

"Morning surge atau hipertensi di pagi hari terjadi ketika angka tensi rendah ketika malam mau tidur dan meningkat di pagi hari, yakni antara pukul 6-10 pagi," ujar dia dalam temu media di Jakarta, Selasa (8/8/2018).

Kondisi ini, kata dr Tunggul, juga bisa menyebabkan berbagai penyakit lainnya seperti stroke, pembesaran jantung hingga arteriosclerosis. Namun ada hal menarik, yaitu morning surge lebih sering diidap masyarakat Asia dibandingkan masyarakat di negara Barat.

"Belum ada penjelasan mengapa hal itu bisa terjadi, namun mungkin bisa menjadi guidelines bahwa kita beda lho dengan orang barat dalam hal hipertensi. Karena selama ini riset kita selalu adopsi dari Barat, padahal polanya berbeda," tambah dia.

Itulah mengapa, kata dr Tunggul, penting bagi masyarakat untuk memonitor tekanan darah secara rutin. Menurutnya, pemeriksaan tekanan darah di rumah akan memberikan hasil akurat untuk pengobatan hipertensi.

“Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh yang mempunyai pembuluh darah, antara Iain jantung, ginjal dan otak. Karena hipertensi adalah silent killer, maka kami juga gencar mengomunikasikan pentingnya pengukuran tekanan darah secara rutin di rumah," tandas dia. [Suara.com]