Bayi dalam Kandungan Bisa Didaftarkan Jadi Peserta BPJS, Begini Caranya

"Tidak ada pembayaran iuran saat bayi dalam kandungan"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Bayi dalam kandungan saat ini sudah bisa didaftarkan sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS). Setelah bayi lahir orangtua, bisa langsung melakukan pengurusan ke Kantor BPJS setempat. 

"Pendaftaran bayi untuk JKN-KIS sudah dapat dilakukan sejak dini. Bahkan, jika hasil pemeriksaan dokter sudah ditemukan denyut jantung, janin tersebut bisa didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS," ujar Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Padang, Ade Chandra melalui Staf Komunikasi Publik BPJS Cabang Padang, Bobby A. Andrean, Kamis 12 Juli 2018 di Padang.

Disebutkannya, proteksi dini ini penting dilakukan agar sang bayi memperoleh perlindungan jaminan kesehatan sejak dini, sehingga seandainya bayi tersebut lahir dan membutuhkan pelayanan kesehatan, maka biayanya dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Dilanjutkannya, peserta JKN-KIS kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) alias Peserta Mandiri, pendaftaran bayi dalam kandungan bisa dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan dengan menggunakan nama orang tua.

"Contohnya, calon bayi Nyonya. A. Bayi tersebut dapat menggunakan nomor identitas orangtua sebagai nomor identitas sementaranya," ungkap Bobby.

Namun, kata Bobby, jika bayi telah lahir, maka orangtua bayi itu dapat mengurus perubahan nama dan identitas bayinya paling lambat tiga bulan setelah bayi lahir di Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat.

Sambungnya, perlu diperhatikan bahwa tidak ada pembayaran iuran saat bayi dalam kandungan. Pembayaran iuran bayi baru dilakukan orangtuanya setelah sang bayi lahir, bukan sejak calon bayi didaftarkan. Iuran yang dibayarkan pun hanya satu bulan dan tidak diakumulasikan sejak bayi didaftarkan.

"Jadi, sama halnya dengan pendaftaran peserta PBPU pada umumnya, proses pendaftaran calon bayi memerlukan proses administrasi kepesertaan selama 14 hari kalender. Oleh karena itu, ... Baca halaman selanjutnya