Jangan Sepelekan Gusi Berdarah, Itu Pertanda Periodontitis

"periodontitis dapat menyebabkan infeksi di organ tubuh lain seperti jantung dan otak"
ilustrasi gusi sakit (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Gusi berdarah saat sedang menyikat gigi atau mengigit makanan bisa jadi pertanda periodontitis alias radang gusi. Menurut drg. Dedy Yudha Rismanto, Sp.Perio dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, kondisi ini tak boleh diabaikan.

Pasalnya, periodontitis dapat menyebabkan infeksi di organ tubuh lain seperti jantung dan otak. Tak hanya itu, gigi penderita periodontitis juga mudah goyang hingga mengharuskan tindakan pencabutan. Periodontitis ini terjadi karena kumpulan bakteri yang mengendap di gusi.

"Jadi kalau dibiarkan, bisa memicu infeksi vokal atau infeksi di organ lain. Misal kuman dari periodontitis terbawa aliran darah ke jantung menyebabkan aterosklerosis. Bisa juga di otak memicu infeksi," ujar drg. Dedy seperti dilansir suara.com, jaringan Klikpositif.

Dedy menambahkan, gusi yang sehat umumnya berwarna merah muda dan jika dilakukan rontgen, jaringan penyangga gigi berada dalam posisi tegak. Namun pada kasus periodontitis, umumnya gusi dalam keadaan bengkak dan berwarna kemerahan.

"Kalau ditusuk berdarah itu normal. Tapi, kalau sikat gigi ringan lalu gusi berdarah dan gendut-gendut alias bengkak, itu tanda awal dari radang gusi. Gusi sehat no bleeding," tambahnya.

Gusi yang membengkak saat meradang, kata Dedy, disebabkan karena penumpukan karang gigi di dalam gusi. Plak yang tidak dibersihkan maksimal mengalami pematangan sehingga memicu peradangan. Sebagai pencegahan, menggosok gigi dua kali sehari setelah makan dan sebelum tidur.

"Kenapa dianjurkan minimal dua kali, itu karena untuk mencegah kuman membentuk kolonisasi yang memicu pematangan. Kolonisasi kuman terjadi selama 8-12 jam. Jadi pas jarak waktunya dari pagi yang setelah sarapan ke malam hari sebelum tidur," tutupnya. (*)