Ajarkan Anak Menjadi Pemaaf, Ini Lima Manfaatnya

"Ajarkan juga kepada mereka bahwasanya meminta maaf itu juga perbuatan yang mulia"
ilustrasi anak pemaaf. (istock photo)

KLIKPOSITIF -- Terkadang memaafkan memang sulit, tapi dengan memaafkan hati menjadi tenang dan tentram. Itulah mengapa mengajarkan anak untuk jadi pemaaf sangat penting dilakukan dan memiliki banyak manfaat bagi anak.

Beritahu mereka memaafkan lebih dulu itu lebih baik, baru kemudian menindaklanjuti masalah secara bijaksana. Ajarkan juga kepada mereka bahwasanya meminta maaf itu juga perbuatan yang mulia.

Berikut manfaat mengajarkan anak jadi pemaaf seperti dilansir dari suara.com, jaringan Klikpositif:
1. Mengajarkan cinta dan damai
Memaafkan akan berefek positif bagi semua pihak. Selain itu juga memberi konsekuensi positif kepada pelaku. Mereka yang dimaafkan akan malu, karena sudah berbuat jahat.

2. Mengajarkan arti keadilan
Dalam persepsi anak-anak, adil itu artinya sama rata. Mereka belum memahami makna adil yang sebenarnya. Maka jangan salahkan anak ketika enggan memaafkan orang yang salah jika tidak meminta maaf. Namun, mereka harus tahu bawa memaafkan itu membuat hatinya tenang, dan si situlah nanti mereka mendapat keadilan.

3. Menanamkan nilai tanggung jawab
Katakan kepada si kecil bahwa memaafkan bukan berarti melupakan keadilan. Beri penjelasan bahwa dengan memaafkan dia telah bertanggung jawab untuk mewujudkan keadilan. Sampaikan kepada mereka jika yang berhak menghakimi adil atau tidak adalah tugas hakim dan orang dewasa, sementara sebagai anak-anak mereka hanya perlu melakukan yang terbaik, biar Tuhan yang membalas.

4. Membuat pelaku jera
Ajarkan kepada si kecil untuk memaafkan orang yang menggangu dan tidak usah marah atau membalasnya dengan kejahatan lagi. Dengan sikap itu pelaku akan jera.

5. Prinsip
Inilah prinsip yang semestinya diajarkan melalui diskusi dua arah antara orangtua kepada anak. Jadikan memaafkan sebagai prinsip hidup. Ceritakan tentang sikap baik ... Baca halaman selanjutnya