Waspada Microsleep Saat Mudik, Ini Cara Mengatasinya

"Microsleep adalah suatu kondisi dimana badan berada dalam keadaan tidur sesaat"
ilustrasi microsleep (internet)

KLIKPOSITIF -- Mudik sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia setiap menjelang Idul Fitri. Memasuki musim mudik, ada peringatan tentang microsleep yang viral di sosial media. Mau tahu, apa sih sebenarnya microsleep ini? Dan mengapa kondisi ini menjadi pembicaraan penting?

Microsleep adalah suatu kondisi dimana badan berada dalam keadaan tidur sesaat. Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran tidak dapat diproses oleh otak. Durasi microsleep ini adalah antara satu detik hingga 30 detik. Hal ini bisa terjadi meski mata masih terbuka. Seperti sebuah komputer, otak mengalami kondisi 'shut down'.

Mungkin banyak yang mengemukakan bahwa apa sih yang mungkin terjadi dalam waktu 30 detik? Faktanya, pada kecepatan 70 Km per jam, jika terjadi microsleep dengan durasi tiga detik, maka akan menyebabkan kendaraan akan menyusuri jalur tanpa kendali sejauh 200 meter.

Dalam kondisi jalur yang padat, bisa dibayangkan berapa banyak kemungkinan buruk yang akan terjadi dalam jarak 200 meter. Bayangkan jika, kondisi kendaraan dalam kecepatan 100 km per jam. Nah, mengapa microsleep sering terjadi pada musim mudik?

Karena dorongan untuk bertemu dengan keluarga, yang jarang bertemu, seringkali mendorong seseorang untuk memaksakan dirinya melakukan perjalanan secepat mungkin. Tidak peduli dengan badan yang lelah ataupun mata yang mengantuk.

"Microsleep ini banyak dialami para pengemudi dan sungguh membahayakan. Sifat egois dari pengemudi sering menjadi awal petaka. Pengemudi enggan menyerah pada kondisi lelah, cenderung memaksakan," kata Pengamat Transportasi, Okke Permadhi, dilansir dari lampungpro, jaringan Klikpositif Nasional Network (KPNN).

Jadi apa yang harus dilakukan? Berhentilah jika sudah merasakan keletihan atau mengantuk. Carilah lokasi yang aman untuk beristirahat. Lalu tidurlah, walaupun hanya 5 hingga 10 menit. Usahakan untuk bisa beristirahat setiap 2 jam sekali, jika jarak yang harus ditempuh sangat ... Baca halaman selanjutnya