Merokok Selama Ramadan Memperburuk Kesehatan

"Ketika Anda berpuasa, tubuh mengalami dehidrasi dan membutuhkan oksigen dan glukosa. "
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Efek merokok menggunakan pipa jauh lebih buruk selama Ramadan karena dehidrasi, yang disebabkan oleh periode puasa. Hal itu diungkapkan oleh Dr. Ghania Slimani, spesialis kardiologi di Health Shield Medical Center, Dubai.

Meskipun dilarang saat berbuka puasa, banyak restoran dan tenda Ramadan melayani tamu agar merokok di kafe atau restoran hingga jam 3 pagi, sehingga mereka menghabiskan waktu merokok lebih lama dari biasanya.

"Ketika Anda berpuasa, tubuh mengalami dehidrasi dan membutuhkan oksigen dan glukosa. Sehingga pada saat itu, hal itu lebih responsif dalam merusak kesehatan. Darah menjadi lebih tebal dan ada risiko penggumpalan yang lebih tinggi, ”kata Dr. Slimani.

“Tekanan darah meningkat, dan denyut jantung menjadi ireguler yang mengarah ke aritmia yang mengancam jiwa (irama detak jantung yang tidak teratur). Spasme koroner akibat nikotin dapat menyebabkan serangan jantung bahkan dengan arteri yang hampir sehat," tambahnya.

Penelitian menunjukkan bahwa asap yang dihirup dalam satu jam menggunakan pipa rokok dapat menyamai hingga 100 batang rokok, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Asap tembakau memiliki kadar zat kimia penyebab kanker yang lebih tinggi bahkan setelah melewati air.

Dr. Slimani juga mendesak perokok mempertimbangkan risiko penyakit menular karena pipa rokok tidak selalu dibersihkan dengan benar, sehingga Ramadan sebagai kesempatan untuk berhenti merokok.

Pipa rokok dan tembakau rokok mengandung lebih dari 4000 senyawa dan racun kanker, termasuk nikotin, tar dan karbon monoksida.

Sumber: ArabBusiness