Harapan Bidan Payakumbuh di Hari Bidan Internasional

"Kesejahteraaan bidan diharapkan menjadi perhatian pemerintah"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PAYAKUMBUH,KLIKPOSITIF -- Kepala dinas Kesehatan Payakumbuh, Elzadaswarman menilai, Bidan merupakan pekerja profesi yang harus profesional, karena bidan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat akan melahirkan.

"Bidan merupakan ujung tombak terdepan setelah dokter kandungan. Mereka harus bekerja dengan profesional. Selain itu, Bidan juga harus bekerja sesuai dengan etika," ucap Elzadaswarman, Sabtu 5 Mei 2018.

Zet, biasa kadis tersebut disapa menambahkan, untuk di Kota Payakumbuh, seluruh bidan yang ditugaskan di seluruh puskesmas hingga saat ini tidak ada kendala. Termasuk dalam merujuk pasien ke rumah sakit. Karena di setiap puskesmas induk, Dinas Kesehatan Payakumbuh telah menyediakan mobil ambulance.

Salah seorang bidan di Payakumbuh, Wina (38) berharap, pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan bidan, karena bidan merupakan ujung tombak keselamatan ibu dan anak.

"Jika kesejahteraan kami kurang, mau tidak mau kami harus mencari kerja sampingan. Bisa-bisa pelayanan ke masyarakat jadi kurang," lanjut Wina.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia Kota Payakumbuh, Despriyani mengatakan, saat ini ada sebanyak 250 bidan di Kota Payakumbuh. Namun yang aktif ada sekitar 155 orang. Sedangkan yang melakukan praktek mandiri sebanyak 25 orang. 

"Di hari bidan Internasional ini, kami berharap rekan bidan menjaga nama baik organisasi, bisa meningkatkan kerja sama antar profesi maupun dengan profesi lainnya, serta selalu memakai pelindung diri saat bersentuhan dengan pasien," ucap Despriyani.

[Arya Irfanus]