Studi: Tekanan Ayah Bisa Rusak Otak Anak

"peran kunci yang dimainkan ayah dalam perkembangan otak keturunan"
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Sebuah penelitian baru pada tikus telah menemukan bahwa stres seorang ayah dapat mempengaruhi perkembangan otak keturunannya, dengan mengubah sperma sang ayah.

Temuan tersebut, yang disampaikan pada hari Jumat di Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Sains di Austin, Texas, empat hari terus berlanjut, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran kunci yang dimainkan ayah dalam perkembangan otak keturunan.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa lingkungan seorang ibu selama kehamilan dapat menyebabkan kerusakan pada keturunannya, sebagian karena lingkungan ini mempengaruhi ekspresi gen tertentu, yang dikenal sebagai epigenetika.

Namun, para periset yang dipimpin oleh ahli saraf Tracy Bale di University of Maryland School of Medicine, menunjukkan bahwa stres seorang ayah juga dapat mempengaruhi perkembangan keturunan, dengan mengubah aspek penting spermanya.

Bale dan rekan-rekannya sebelumnya menemukan bahwa sperma sang ayah menunjukkan perubahan materi genetik yang dikenal dengan microRNA di bawah tekanan. MicroRNA penting karena mereka memainkan peran kunci di mana gen menjadi protein fungsional.

Sekarang, mereka telah menguraikan detail baru tentang perubahan microRNA ini. Pada saluran reproduksi pria, caput epididimis, struktur tempat sperma jatuh tempo, melepaskan vesikula kecil yang dikemas dengan microRNA yang bisa menyatu dengan sperma. Epididim caput merespons stres ayah dengan mengubah isi vesikula ini.

Hal ini menunjukkan bahwa tantangan lingkungan yang ringan pun dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan dan potensi kesehatan calon anak di masa depan.