Ini Dampaknya Pada Otak Anak Jika Orangtua Sering Main Gadget

"Anak yang sering diabaikan orangtua akan memiliki otak yang lebih kecil. Perbedaan volume otak ini adalah dampak dari kurangnya kasih sayang."
Ilustrasi. (Getty Images)

KLIKPOSITIF - Positifers, jika anda termasuk orangtua yang sering sibuk dengan gadget saat sedang bersama anak, maka sebaiknya hentikan kebiasaan itu sekarang juga!

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di Jurnal Translational Psychiatry menyatakan bahwa kebiasaan ini bisa memengaruhi perkembangan otak bayi terutama pada kemampuan mengenal perasaan senang.

Untuk mengetahui dampak dari gangguan pola asuh, peneliti di Universitas California melakukan analisa terhadap tikus. Mereka menempatkan dua bayi tikus dan induk pada dua kandang yang serupa, namun salah satu kandang tidak diberi bahan yang penting bagi induk untuk membangun sarang.

Hal ini membuat si induk sering terganggu fokusnya karena mencari akomodasi yang tepat bagi anaknya. Sehingga ia jarang memberi perhatian dan waktu lebih kepada si anak.

Ketika tikus-tikus kecil itu tumbuh, tikus yang menerima pengasuhan terganggu memiliki aktivitas yang lebih sedikit dibanding tikus yang tumbuh di kandang ideal dan sarang yang nyaman.

Kurangnya konsistensi dan perhatian kemungkinan memengaruhi kemampuan tikus untuk membangun koneksi emosional dan memahami perasaan senang. Makan dan bermain adalah dua hal yang jadi tolak ukur kesenangan, bila keduanya tidak dipenuhi, bisa menjadi tanda depresi.

Meski studi ini menggunakan tikus sebagai bahan percobaan, peneliti mengklaim bahwa implikasinya relevan untuk para orangtua. Orangtua yang sering sibuk dengan ponsel atau pekerjaan lainnya juga akan membuat anak merasa diabaikan.

Sebuah studi lain menyatakan, anak yang sering diabaikan orangtua akan memiliki otak yang lebih kecil. Perbedaan volume otak ini adalah dampak dari kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orangtua.

Sumber: Asian Parent