Peneliti Ungkap Penyebab Gangguan Tidur yang Sebabkan Insomnia

"temuan tersebut sama sekali tidak terduga dan mungkin mengubah cara orang berpikir bahwa waktu tidur sebenarnya dapat dikendalikan."
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Studi yang dilakukan para ahli menemukan bahwa ternyata protein yang ada pada otot dapat mengurangi kebutuhan tidur pada seseorang. Penelitian yang telah diterbitkan dalam jurna e-Life menyatakan bahwa adanya anggapan yang salah pada kebanyak orang tentang otaklah yang mengendalikan pola tidur seseorang.

Studi yang dilakukan dalam kolaborasi antara UT Southwestern Medical Center, Morehouse School of Medicine, dan University Florida menunjukkan bagaimana protein jam sirkadian di otot yakni BMAL1 dalam mengatur jangka waktu dan cara tidur.

Penelitian itu dilakukan pada tikus dan peneliti menemukan kehadiran sementara atau ketiadaan protein di otak memiliki sedikit efek pada pemulihan tidur, tikus dengan kadar BMAL1 lebih tinggi pada otot mereka pulih dari kurang tidur lebih cepat.

"Hilangnya BMAL1 dari otot sangat mengganggu tidur normal, sehingga menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan tidur, tidur yang lebih nyenyak, dan kemampuan yang berkurang untuk pulih," ujar salah seorang periset.

Penulis utama penelitian Dr. Joseph S. Takahashi dari UT Southwestern Medical Center mengatakan bahwa, temuan tersebut sama sekali tidak terduga dan mungkin mengubah cara orang berpikir bahwa waktu tidur sebenarnya dapat dikendalikan.

Sumber: www.Boldky.com