Kamu Susah Menghilangkan Bekas Jerawat? Ini Caranya

"Fungsi rutin kelenjar sebaceous adalah mengeluarkan minyak sehat ke kulit dan rambut. "
Ilustrasi. (Net.)

KLIKPOSITIF - Jerawat memang sering dianggap mengganggu oleh orang-orang sehingga tak jarang mereka meletuskannya lalu menaburkan krim atau semacam obat di atasnya. Beruntung jika bekas jerawat bisa hilang, tapi bagaimana jika tidak? Ini akan menimbulkan masalah baru bagi anda.

Dilansir dari Science Alert, manusia memiliki lebih banyak kelenjar sebaceous--yang mensekresi minyak--pada wajah dan kulit kepala dibanding tempat lain pada tubuh. Itulah kenapa tempat ini menjadi yang paling rawan terhadap tumbuhnya jerawat.

Fungsi rutin kelenjar sebaceous adalah mengeluarkan minyak sehat ke kulit dan rambut. Tapi saat sel-sel kulit dan rambut secara alami mati atau adanya bakteri yang mengelilingi suatu titik di bawah kulit, maka mereka dapat memblokir pori-pori minyak dan mengakibatkan munculnya sebuah benjolah berisi cairan.

Benjolan kecil itu akan terasa sakit, membuat kulit Anda terlihat bengkak, merah, dan terinfeksi, dan jika Anda meletuskannya, beberapa gejala tersebut akan reda, tapi tidak tahan lama.

"Memencet dapat mengakibatkan isinya menyebar ke kulit di sekitarnya, menimbulkan masalah lebih buruk," kata dokter kulit Michelle Rodrigues dari Rumah Sakit St Vincent di Melbourne, Australia. "Hal ini juga dapat menyebabkan infeksi dan membuat gelap di daerah sekitar kulit itu,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, tindakan itu bisa meninggalkan bekas permanen di kulit wajah. Jadi apa yang dapat Anda lakukan?

Jika Anda bererawat, saran dari para ahli adalah untuk membiarkannya saja karena biasanya akan teratasi dengan sendirinya dalam seminggu. Ini terdengar seperti waktu yang luar biasa panjang, tapi setidaknya tidak membuat kemungkinan jerawat yang baru muncul lagi.

Sedangkan saran untuk menghindari jerawat adalah makan yang benar dan merawat kulit dengan produk yang tepat.