Bayi Ini Lahir Lewat Operasi Caesar yang Berlangsung Hanya 30 Detik

"Kondisinya sangat mengkhawatirkan karena plasenta tidak lagi menerima darah dari rahim yang diperlukan untuk menjaga agar oksigen tetap mengalir ke janin."
Bayi Saphina yang lahir di usia 31 minggu kini sudah berusia 1 bulan. (Mail Online)

KLIKPOSITIF - Pada hari Rabu, satu bulan sejak kelahirannya, Sephina akhirnya diizinkan kembali ke rumah keluarganya di London Barat.

Kegembiraan orangtuanya, Masina dan Adam, sangat besar setelah diterpa banyak kesedihan dalam beberapa tahun terakhir. Pasangan yang keduanya berusia 43 tahu itu bertemu saat kuliah di Harvard University.

Perjuangan mereka untuk memulai sebuah keluarga sangat luar biasa karena sang istri memiliki kondisi bawaan di mana rahimnya kecil dan tuba falopinya tidak terhubung dengan baik.

Setelah mencoba 4 kali program bayi tabung, putri mereka Amelia, yang kini berusia lima tahun, lahir pada bulan Februari 2012.

Tapi saat Masina hamil anak kedua, ia mengalami sakit perut parah di usia kandungan tujuh bulan dan dilarikan ke rumah sakit di Swiss, tempat mereka tinggal. Ternyata rahimnya telah pecah dan anaknya bernama Theo lahir lewat operasi caesar. Sayangnya, Theo meninggal pada usia sembilan bulan.

Seorang konsultan memberi tahu Masina bahwa dia bisa memiliki anak lagi tapi berisiko tinggi. Saat hamil anak ketiga, di minggu ke 31 dia mulai merasa tidak nyaman dan pergi ke Rumah Sakit St Thomas untuk pemeriksaan.

Untungnya, Prof Shennan, seorang ahli dalam kehamilan berisiko tinggi dan kelahiran prematur, berada di bangsal. Dia segera menyadari bahwa ini adalah situasi antara hidup atau mati.

Kondisinya sangat mengkhawatirkan karena plasenta tidak lagi menerima darah dari rahim yang diperlukan untuk menjaga agar oksigen tetap mengalir ke janin.

"Kami benar-benar hanya memiliki waktu beberapa detik untuk mengeluarkan bayinya," kata Prof Shennan.

"Kami memberinya anestesi umum dan dari sayatan pertama saya hingga melahirkan, itu hanya 30 detik. Ini operasi caesar darurat tercepat yang pernah saya lakukan."

"Jika Masina tidak bersamaku saat itu, kita pasti akan kehilangan Sephina.

"Ini benar-benar ... Baca halaman selanjutnya