Beruntunglah Anda yang Suka Mendongeng untuk Anak, Ini Manfaatnya

"Stimulasi melalui dongeng akan mampu merangsang kepekaan anak usia 3-7 tahun terhadap berbagai situasi sosial. "
Ilustrasi. (Net)

KLIKPOSITIF - Dewasa ini, kegiatan mendongeng untuk anak sudah banyak ditinggalkan oleh para orangtua karena dianggap merepotkan dan membuat mereka semakin lelah setelah seharian bekerja. Padahal sebenarnya mendongeng merupakan kegiatan positif yang bisa mempererat hubungan orangtua dan anak.

Simak, berikut manfaat mendongeng untuk anak-anak:

1. Perkembangan Imajinasi
Dunia anak-anak adalah dunia yang penuh imajinasi. Orangtua bisa mengontrol imajinasi anak agar tetap positif, salah satunya melalui pembacaan dongeng. Melalui dongeng yang dibacakan, imajinasi anak akan diarahkan dengan lebih baik.

2. Meningkatkan keterampilan berbahasa
Mendengarkan dongeng merupakan salah satu stimulasi dini yang bisa digunakan untuk merangsang keterampilan berbahasa pada anak. Menurut penelitian, anak perempuan lebih cepat menguasai kemampuan berbahasa dibandingkan anak laki-laki. Hal ini disebabkan karena anak perempuan memiliki fokus dan konsentrasi yang lebih baik daripada laki-laki.

3. Meningkatkan minat baca anak 
Secara tak langsung, anak-anak yang memiliki ketertarikan pada dongeng akan memiliki rasa penasaran yang lebih tinggi. Ketika tertarik pada dongeng, mereka menjadi lebih tertarik pada buku-buku cerita bergambar. Dengan sendirinya, minat baca mereka juga meningkat.

4. Membangun kecerdasan emosional
Selain mendekatkan keakraban orangtua dan anak, mendongeng ternyata bisa membangun kecerdasan emosional anak. Anak-anak akan belajar tentang nilai-nilai moral dalam kehidupan. Anak-anak kecil sulit untuk belajar tentang berbagai hal yang abstrak, seperti kebaikan pada sesama. Tetapi dengan dongeng, anak akan terbantu dalam memahami nilai-nilai emosional pada sesama.

5. Membentuk empati
Stimulasi melalui dongeng akan mampu merangsang kepekaan anak usia 3-7 tahun terhadap berbagai situasi sosial. Mereka akan belajar untuk lebih berempati ... Baca halaman selanjutnya