Jantung Janin Berada di Luar Tubuh, Ibu Ini Tetap Optimis Meski Diminta Menggugurkan

"Prosedur medis seperti ini sangat jarang terjadi karena kebanyakan ibu yang dihadapkan dengan diagnosis ectopia cordis melakukan aborsi."
Bayi Vanellope menderita kondisi langka, ectopia cordis, di mana jantungnya berdetak diluar tubuh. (PA)

KLIKPOSITIF - Dia baru seukuran anggur di rahim ibunya saat dokter mendiagnosa kondisi langka dan menyatakan peluangnya untuk bertahan hidup mendekati nol. Ia menderita kondisi langka, ectopia cordis, di mana jantungnya berdetak diluar tubuh. Kelainan ini ditemukan saat USG pada sembilan minggu kehamilan.

"Saya menangis tersedu-sedu. Kondisi itu datang dengan begitu banyak masalah," kata ibu hamil Naomi Findlay (31) mengenang kejadian saat itu. Suaminya Dean Wilkins berkata, mereka diberi tahu bahwa hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menggugurkan kandungan.

"Dan seluruh dunia terasa runtuh," katanya.

"Pada akhirnya, saya hanya mengatakan bahwa menggugurkan bukanlah pilihan bagi saya. Jika [maut] terjadi secara alami, maka biarlah terjadi," kata Findlay.

Mereka diberi peringatan bahwa bayinya mungkin memiliki kelainan kromosom, potensi kerusakan pada jantung dan sirkulasinya, dan sepertinya tidak akan bertahan sampai kelahiran.

Tapi harapan mulai kembali saat Frances Bu'Lock, konsultan ahli jantung anak-anak di Glenfield Hospital, Leicester, melakukan pemindaian lebih lanjut pada usia kehamilan 13 dan 16 minggu. Ia menemukan bahwa - terlepas dari jantungnya berada di tempat yang salah - bayi itu pada dasarnya tampak normal. Lantas pasangan tersebut melakukan tes darah khusus untuk memeriksa masalah kromosom.

"Ketika hasil tes keluar dan menyatakan risiko rendah adanya kelainan, kami melompat-lompat di ruang tamu dan menangis. Pada saat itu kami memutuskan untuk berjuang memberi anak kami kesempatan terbaik untuk bertahan hidup," kata sang suami.

Dokter mulai menyusun rencana yang sangat kompleks, melakukan pemindaian ultrasonografi dan MRI di dinding dada bayi, paru-paru dan otak bayi. Ada 50 dokter yang terlibat dalam operasi pertama di Inggris ini, diantaranya dokter kandungan, ahli anestesi, ahli bedah jantung dan perut serta ahli ... Baca halaman selanjutnya