Ini Alasan Kenapa "Me Time" Sangat Penting

"Pada gilirannya, berkurangnya stres telah terbukti dapat menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko demensia. "
Ilustrasi. (Shutterstock.)

KLIKPOSITIF - Orang yang meluangkan lebih banyak waktu untuk "me time" mampu terhindari dari stres dan risiko depresi.

Penelitian New University of Buffalo menjelaskan bahwa menyendiri dengan disengaja berbeda dari perilaku antisosial. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa menyendiri tidak selalu buruk bagi kesehatan mental, namun studi baru ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa kebiasaan itu dapat secara aktif memperbaiki kesehatan mental dengan mendorong kreativitas.

Dilansir Mail Online, kreativitas mengurangi stres dengan membantu kita mencapai 'keadaan arus', di mana otak bekerja pada efisiensi optimal, dan otak kita melepaskan dopamin untuk memberi penghargaan karena menciptakan dan memecahkan masalah dalam prosesnya.

Pada gilirannya, berkurangnya stres telah terbukti dapat menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko demensia. Studi sejauh ini telah menyatakan bahwa interaksi sosial memainkan peran sentral dalam kesehatan mental dan fisik, namun ruangan yang penuh dengan orang bukanlah lingkungan yang paling kondusif bagi aktivitas kreatif.

Tak dapat dipungkiri, setiap orang membutuhkan istirahat dari hiruk-pikuk ruang publik, namun sedikit penelitian telah mendokumentasikan manfaat kesehatan nyata dari "me time".

Sementara perilaku antisosial termasuk menghindari kontak sosial, bisa berkembang menjadi kebiasaan yang lebih mengkhawatirkan seperti berbohong dan melakukan kekerasan. Orangtua, guru dan psikolog perkembangan telah mewaspadai tanda-tanda perilaku antisosial pada anak-anak karena dapat memprediksi kerusakan hubungan seumur hidup.