Bisakah Perubahan Jam Masuk Sekolah Jadi Solusi Pencegahan Narkoba?

"Mereka yang kurang tidur lebih mungkin merokok, konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba."
Ilustrasi susah tidur. (Net)

KLIKPOSITIF - Susah bangun tidur di pagi hari barangkali sudah menjadi hal umum di kalangan anak-anak dan remaja. Perlu diketahui, bagi hampir semua remaja, sekresi melatonin tidak dimulai sampai sekitar jam 11 malam dan berlanjut sampai sekitar jam 8 pagi.

Hal ini yang menyebabkan kebanyakan remaja tidak bisa tertidur sampai sekresi hormon ini dimulai dan susah bangun sampai melatonin berhenti diproduksi. Pola produksi melatonin ini terjadi pada remaja sampai usia 20-an.

Dilansir dari Daily Mirror, pola bangun dan tidur yang unik ini berada di luar kendali mereka. Namun yang mengganggu adalah bahwa pola ini bertentangan dengan jadwal sekolah. Hasilnya adalah mereka menjadi kurang tidur (kurang dari 8 jam per malam).

Ada konsekuensi serius jika remaja gagal mendapatkan tidur yang cukup. Mereka yang kurang tidur lebih mungkin merokok, konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba.

Dengan tidur kurang dari 8 jam per malam, depresi di kalangan remaja meningkat secara signifikan. Penelitian menunjukkan sekitar separuh remaja yang tidur empat jam atau kurang per malam merasa sedih dan putus asa, dibandingkan seperlima dari mereka yang tidur lebih lama.

Kecelakaan mobil remaja, penyebab utama kematian untuk kelompok usia ini, menurun secara signifikan saat remaja mendapatkan lebih dari delapan jam tidur per malam.

Dan jadwal masuk sekolah adalah salah satu solusi dari masalah ini. Tidak hanya penggunaan obat-obatan, rokok dan alkohol, kinerja akademis mereka juga meningkat secara signifikan dengan jam masuk sekolah yang tidak terlalu pagi.