Studi: Kecepatan Berjalan Dapat Prediksi Gejala Penyakit Jantung

"kecepatan berjalan dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu yang memiliki kebugaran fisik rendah"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Penelitian yang dilakukan para ahli di University of Leicester di Inggris mengungkapkan, seorang paruh baya baik pria dan wanita yang berjalan dengan lambat dua kali lebih beresiko mengalami kematian jantung akibat penyakit jantung dibandingkan dengan pejalan kaki yang cepat.

"Hal ini menunjukkan bahwa berjalan normal adalah prediksi independen tentang kematian disebabkan penyakit jantung," kata salah seorang ahli pada studi tersebut, Tom Yates.

Ia menjelaskan, kecepatan berjalan sangat terkait dengan toleransi latihan objektif yang diukur secara obyektif dan ukuran kebugaran fisik yang baik secara keseluruhan.

"Dengan demikian, kecepatan berjalan dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu yang memiliki kebugaran fisik rendah, serta resiko kematian tinggi dari intervensi latihan fisik yang ditargetkan," Yates menambahkan.

Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa kekuatan handgrip (alat gym yang digunakan untuk melatih genggaman tangan seseorang menjadi kuat) adalah prediktor lemah kematian terkait jantung pada pria dan tidak dapat digeneralisasi di seluruh populasi secara keseluruhan.

Untuk penelitian yang dipublikasikan di European Heart Journal, tim tersebut menganalisis 420.727 orang setengah baya di seluruh Inggris.

Dalam 6,3 tahun berikut, setelah data dikumpulkan, ada 8.798 kematian: 1.654 meninggal karena penyakit jantung, sementara 4.850 orang lainnya terkena kanker.

Sumber: www.Boldsky.com