Studi: E-Rokok Tingkatkan Resiko Serangan Jantung

"Kekakuan arterial meningkat sekitar tiga kali lipat pada mereka yang terpapar nikotin yang mengandung e-rokok dibandingkan dengan orang yang bebas nikotin"
Ilustrasi (Jogjakartanews.com)

KLIKPOSITIF - Studi yang dilakukan para ahli dari Karolinska Institute di Swedia mengungkapkan bahwa merokok menggunakan e-rokok dapat menyebabkan arteri menjadi menegang, sehingga menyebabkan peningkatan resiko serangan jantung di kemudian hari.

Periset itu menemukan bahwa ada peningkatan denyut jantung dan tekanan darah yang signifikan terhadap partisipan yang menggunakan rokok elektronik dengan mengandung nikotin saat mengikuti studi tersebut.

"Kekakuan arterial meningkat sekitar tiga kali lipat pada mereka yang terpapar nikotin yang mengandung e-rokok dibandingkan dengan orang yang bebas nikotin. Dalam 30 menit pertama, setelah mereka yang merokok menggunakan e-rokok yang mengandung nikotin, tercatat oleh kamui adanya peningkatan tekanan darah, denyut jantung dan kekakuan arterial yang signifikan," kata salah seorang periset, Magnus Lundback.

Periset merekrut 15 relawan muda dan sehat untuk ikut serta dalam penelitian ini pada tahun 2016. Sukarelawan itu yakni berasal dari mereka yang jarang merokok, yang belum pernah menggunakan e-rokok sebelum penelitian, dengan jumlah biasa penggunaan rokok yaitu maksimal sepuluh batang rokok per bulan. Usia rata-rata relawan adalah 26 tahun. Mereka diacak untuk menggunakan e-rokok dengan nikotin selama 30 menit dan e-rokok tanpa nikotin beberapa hari lagi.

Para peneliti mengukur tekanan darah, denyut jantung dan kekakuan arteri segera setelah merokok e-rokok dan kemudian dua dan empat jam kemudian. Hasilnya, paparan kronis terhadap rokok secara aktif dan pasif, menyebabkan peningkatan permanen pada kekakuan arteri.

"Oleh karena itu, kami menduga bahwa paparan kronis terhadap e-rokok dengan nikotin dapat menyebabkan efek permanen pada kekakuan arteri dalam jangka panjang yang beresiko lebih besar menyebabkan serangan jantung," kata Magnus.

Sumber: www.Boldsky.com