Turunkan Kadar Kolesterol Anda dengan Konsumsi Buah dan Sayur

Ilustrasi
Ilustrasi (Boldsky)

KLIKPOSITIF - Studi yang dilakukan para ahli mengungkapkan bahwa konsumsi sayuran dalam jangka waktu panjang dapat menurunkan kadar kolesterol , serta mengurangi penyakit jantung dan stroke. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nutrition Reviews.

"Manfaat kesehatan yang langsung didapat dari rajin mengonsumsi buah dan sayuran seperti penurunan berat badan, tekanan darah rendah, dan menurunkan kadar kolesterol berhasil kami ketahui melalui penelitian terkontrol yang dilakukan," kata seorang ahli kesehatan dari Physicians Committee for Responsible Medicine, Susan Levin.

baca juga: Temuan Peneliti, Kotoran Bisa Prediksi Virus Corona Covid-19 Lebih Awal

Tujuan dari mempelajari lipid plasma yang juga menjadi dasar penelitian kami, lanjutnya, yakni untuk mengetahui seberapa besar efek dari pengurangan resiko bersih untuk mengendalikan kadar kolesterol dengan rajinnya konsumsi buah dan sayur.

"Kami juga berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat pada pasien terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang, yang mana juga mengurangi stroke dan kematian dini, "tambahnya.

baca juga: Kenali Jenis Gangguan Jiwa yang Bisa Muncul di Tengah Pandemi Corona

Tim tersebut melakukan tinjauan ulang terhadap 49 penelitian observasional dan terkontrol. Hasilnya, periset menemukan bahwa konsumsi buah dan sayuran terbukti menurunkan jumlah kolesterol , lipase LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein).

"Ada hubungan yang kuat antara konsumsi buah dan sayuran dengan kadar kolesterol yang rendah. Ini bisa saja disebabkan adanya kandungan nabati, sehingga mengurangi asupan lemak jenuh dan peningkatan asupan makanan nabati, seperti sayuran , buah-buahan, kacang-kacangan, kacang-kacangan," kata Susan lagi.

baca juga: Penerapan New Normal Indonesia, Ahli: Ada Desakan Kapital

Selain itu, pada biji-bijian yang secara alami kaya akan serat, protein kedelai, dan sterol tumbuhan. Juga, adanya pengurangan resiko yang lebih besar untuk tingkat kolesterol HDL dan LDL total yang diamati dalam studi longitudinal kemungkinan disebabkan oleh konsumsi jangka panjang terhadap buah dan sayuran serta perubahan komposisi tubuh.

Sumber: www.Boldsky.com

baca juga: Tanggapi Skema New Normal, Fadli Zon: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan

Penulis: Khadijah