Ilmuwan Berhasil Temukan Cara untuk Melacak Penyebaran HIV

"Penelitian yang menganalisa varion yang menginfeksi suatu sel yang akan membantu untuk membawa kejelasan lebih lanjut tentang penyebaran HIV"
Ilustrasi (Boldsky)

KLIKPOSITIF - Para ilmuwan berhasil mengembangkan cara untuk melacak infeksi HIV sehingga dapat mengidentifikasi partikel individu yang menginfeksi setiap sel dan menemukan terapi baru untuk pencegahan dan penanganan penyakit. Mereka telah melakukan pengamatan dari pergerakan dan perkembangan virion (partikel virus lengkap, yang utuh secara struktural dan menular) di dalam sel tubuh, namun relevansi pengamatan ini sebelumnya tidak jelas, karena banyak virion yang rusak atau tidak berkembang untuk membuat penyebaran lebih lanjut dari sel tersebut.

"Penelitian yang menganalisa varion yang menginfeksi suatu sel yang akan membantu untuk membawa kejelasan lebih lanjut tentang penyebaran HIV. Ini memungkinkan kami untuk memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan virus untuk menginfeksi sel. Selain itu juga memberi kita rincian baru, seperti di mana dari mana sel itu dan waktu terbentuknya," ujar salah seorang peneliti dari Northwestern University, Thomas Hope."

Ia menjelaskan, semakin banyak yang kita ketahui tentang virus ini, semakin banyak juga peluang kita untuk menghentikan virus ini. Selain itu, selama masa terinfeksi, virus HIV memasuki sel kekebalan tubuh dan memberikan kapsidnya (kerucut yang memegang materi genetik virus) ke dalam sitoplasma sel. Dari sana, kapsid disassembles melalui proses yang disebut "uncoating," yang sangat penting untuk sintesis DNA virus dari genom RNA dan pembajakan fungsi sel.

Bagaimanapun juga, rincian spesifik uncoating telah kontroversial, dengan dua kelompok pemikiran. Orang percaya bahwa uncoating terjadi di akhir pori-pori, memungkinkan faktor masuk ke nukleus. Sebuah kamp kedua menunjukkan data yang menunjukkan bahwa uncoating terjadi lebih awal dan di sitoplasma. Sebagian, ketidakpastian berlanjut karena metode penelitian HIV sebelumnya tidak dapat membedakan antara partikel virus yang benar-benar menyebabkan infeksi sel, dan hal-hal yang tidak relevan.

Dalam studi yang ... Baca halaman selanjutnya