Ilmuwan Berhasil Kendalikan Nafsu Makan Tikus dengan Suntikan

"Aktivitas reseptor tiroid pada orang gemuk umumnya menurun sehingga penyembuhannya perlu mengaktifkan reseptor ini, yang secara teori akan menurunkan nafsu makan."
Tikus yang diberi suntikan berisi virus tersebut makan lebih banyak dan beratnya naik dua kali lipat. (Imperial College London)

KLIKPOSITIF - Para ilmuwan mengatakan bahwa mereka telah menemukan cara untuk mempengaruhi nafsu makan, yang diharapkan akhirnya dapat digunakan untuk mengobati obesitas.

Dilansir Dailymail, periset di London berhasil mengubah cara makan tikus dengan virus yang hanya menargetkan reseptor tiroid di otak. Hal ini sebelumnya sangat sulit karena hormon tiroid juga membantu mengendalikan sistem saraf, suhu tubuh dan kadar kolesterol.
Periset berharap bisa menemukan obat anti obesitas karena penelitian ini berhasil dengan hanya mempengaruhi nafsu makan tikus.

Percobaan dilakukan oleh Imperial College London dan menggunakan virus untuk menonaktifkan reseptor hormon tiroid di bagian otak yang mengendalikan nafsu makan. Tikus yang diberi suntikan berisi virus tersebut makan lebih banyak dan beratnya naik dua kali lipat menjadi 40 gram selama enam minggu. Sementara tikus yang tidak disuntik virus tetap makan dengan normal dan stabil pada berat 20 gram.

Para ahli menyimpulkan bahwa virus tersebut berhasil mencapai target hipotalamus, yang mengendalikan nafsu makan, tanpa menimbulkan efek samping tambahan pada tikus yang diobati. Periset kemudian memperpanjang temuan mereka dan mengatakan obat anti obesitas masa depan dapat dikembangkan jika menargetkan secara langsung reseptor tiroid di daerah otak tertentu.

Diketahui, aktivitas reseptor tiroid pada orang gemuk umumnya menurun sehingga penyembuhannya perlu mengaktifkan reseptor ini, yang secara teori akan menurunkan nafsu makan.

Dr James Gardiner, penulis utama studi tersebut, mengatakan: "Harapan kami adalah bahwa temuan ini pada akhirnya dapat mengarah pada obat-obatan yang menargetkan hormon tiroid sebagai cara untuk mengurangi nafsu makan seseorang dan membantu mereka mengendalikan berat badan. Kami belum dapat menargetkan hormon ini sebelumnya tanpa banyak efek samping, namun dalam penelitian ini kami sudah bisa ... Baca halaman selanjutnya