Ilmuwan Temukan Obat Malaria Terbaru

"Percobaan yang dilakukan selama satu bulan, selain pemberian suntik vaksin ini, monyet-monyet itu juga diberikan obat malaria lain yang biasa digunakan."
Ilustrasi (pixabay)

KLIKPOSITIF -- Ilmuwan dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases menemukan vaksin yang berpotensi dapat mengobati penyakit malaria. Para ilmuwan menemukannya setelah melakukan percobaan pada empat dari delapan monyet yang diberi suntikan benar-benar terlindungi dari penyakit malaria.

Percobaan yang dilakukan selama satu bulan, selain pemberian suntik vaksin ini, monyet-monyet itu juga diberikan obat malaria lain yang biasa digunakan. Dari percobaan itu, hanya satu monyet yang menjadi korban virus malaria disebabkan nyamuk dan mengakibatkan penyakit malaria parah pada monyet itu. Untuk studi tersebut, monyet disuntik dengan kombinasi dua protein parasit untuk melihat apakah berhasil menghentikan infeksi.

Salah seorang periset dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases, Eleanor Riley mengatakan, meskipun hasil positif dari percobaan vaksin seperti ini mendapatkan hasil positif, namun hasilnya perlu ditangani dengan hati-hati, karena ini data yang sangat berguna dan akan membantu dalam merancang vaksin yang lebih efektif di masa depan.

Namun di sisi lain, periset merasa bahwa temuan mereka perlunya juga uji coba manusia, karena penelitian pada monyet bukan manusia tidak selalu berkorelasi dengan keamanan pada manusia dalam uji klinis. Meskipun dalam banyak penelitian, percobaan pada manusia melalui monyet selalu berhasil.


BAGAIMANA CARA KERJA VAKSIN INI?

"Gejala malaria terjadi ketika parasit bereplikasi di dalam sel darah merah dan menyebabkannya menyebar dan berkembang biak. Untuk memasuki sel darah, parasit pertama mengeluarkan protein reseptornya sendiri yang bernama RON2 ke permukaan sel. Protein permukaan parasit lainnya, AMA1, kemudian mengikat bagian RON2 tertentu, yang disebut RON2L. Proses ini kemudian memulai keterikatan pada membran luar sel darah merah," kata periset.

Beberapa vaksin eksperimental yang sebelumnya diuji pada manusia ... Baca halaman selanjutnya