Studi: Pekerja Kurang Terpapar Cahaya Lebih Susah Tidur Nyenyak

"Kurangnya kualitas tidur telah dikaitkan dengan masalah kesehatan mental dan fisik, termasuk masalah mood, pikiran, metabolisme dan sistem kekebalan tubuh."
Ilustrasi kantor dengan pencahayaan cukup. (Kit Out My Office)

KLIKPOSITIF - Pekerja yang terpapar sinar matahari atau lampu dalam ruangan yang terang pada pagi hari memiliki tidur yang lebih nyenyak di malam hari, menurut sebuah penelitian terbaru. Mereka juga cenderung merasa kurang depresi dan stres ketimbang pekerja yang tidak mendapatkan banyak cahaya.

Ilmuwan menjelaskan bahwa paparan cahaya yang lebih banyak di siang hari dan minim cahaya di malam hari sangat penting untuk pola tidur yang sehat karena membantu mengkalibrasi jam internal 'sirkadian' tubuh. Dalam jurnal Sleep Health, peneliti menunjukkan bahwa terpapar cahaya matahari ataupun cahaya lampu yang cukup di lingkungan kantor penting bagi kesehatan pekerja. Seperti kita ketahui, saat ini banyak gedung perkantoran yang mengurangi pencahayaan guna meningkatkan efisiensi energi.

Untuk melihat apakah pekerja kantor mendapatkan cukup cahaya untuk mengatur siklus tidur-bangun mereka, tim peneliti merekrut peserta di lima gedung perkantoran pemerintah di seluruh Amerika Serikat. Sebanyak 109 karyawan yang bekerja di kantor mengenakan alat pengukur cahaya selama satu minggu di musim panas untuk mengukur paparan berbagai jenis cahaya sepanjang hari, dan 81 dari peserta mengulangi percobaan di musim dingin juga.

Para pekerja kantor mencatat waktu tidur dan bangun mereka dan menyelesaikan kuesioner tentang suasana hati dan kualitas tidur mereka pada akhir setiap masa studi. Periset menemukan bahwa orang-orang yang terpapar sinar yang lebih besar pada pagi hari, antara jam 8 pagi hingga siang, tertidur lebih cepat di malam hari dan memiliki lebih sedikit gangguan tidur di malam hari dibandingkan dengan yang terpapar cahaya rendah di pagi hari. Orang yang mendapatkan lebih banyak cahaya pagi juga cenderung tidak melaporkan perasaan depresi dan stres.

Kurangnya kualitas tidur telah dikaitkan dengan masalah kesehatan mental dan fisik, termasuk masalah mood, pikiran, metabolisme dan sistem ... Baca halaman selanjutnya